Applying Liposome technology for the skin.
Menjadi salah satu pemain besar di ranah fotografi tak membuat Fujifilm berhenti berinovasi. Kembali ke tahun 2018 silam, global brand kenamaan ini berevolusi ke ranah medis dengan melakukan uji coba klinis melalui divisi farmasinya untuk mengembangkan Liposome. Ini merupakan partikel nano yang dikonstruksi secara artifisial dan digunakan sebagai obat untuk mengobati penyakit kanker melalui pengembangan dari teknologi nano-dispersion.
Kemudian, Fujifilm meraih patennya terhadap komposisi baru Liposome yang diciptakan beserta metode produksinya, dan selanjutnya dikembangkan ke ranah kecantikan dengan merilis Astalift, The Serum: Wrinkle Repair. Sesuai pendekatan scientific dan namanya, ia berfungsi untuk memperbaiki kondisi kulit wajah yang mengalami tanda-tanda penuaan, seperti kerutan. Astalift dirilis dalam dua versi untuk diaplikasikan ke wajah pada momen daylight maupun malam hari
Komponen Astalift The Serum: Wrinkle Repair Day berfungsi sebagai anti-oksidan dan pelindung kulit dari paparan sinar UV dengan kandungan SPF 20++. Formulasinya sendiri mengandung Niacinamide, Vitamin B6, turunan Vitamin C dan Nano Astaxantin yang disebut berfungsi anti-creasing ketika dioleskan sebelum penggunaan sunscreen.
Sementara itu, Astalift The Serum: Wrinkle Repair Night tampil ringkas dengan kemasan red tube degrade. Komposisi formulanya serupa dengan Astalift The Serum: Wrinkle Repair Day, namun versi ini berfungsi mengunci kadar air di wajah ketika tidur dengan watercress extract. Oleskan setelah pengaplikasian moisturizer pada wajah untuk mendapat hasil optimal.
Pengaplikasian serum ini ditujukan untuk memperbaiki spot tertentu pada wajah yang memiliki kerutan. Teksturnya terbilang cukup thick untuk sebuah serum. Dibantu oleh gaya hidup sehat, perubahan kulit jadi lebih lembut dan kenyal bisa diraih dalam waktu 4 minggu.