Patek Philippe Rare Handcrafts Pamerkan Keanggunan Egret Putih

Crafting innovation and inspiration in horology. 

 

Patek Philippe Salons di Jenewa memamerkan koleksi “Rare Handcrafts 2024”. Terdiri dari 82 kreasi jam, kepiawaian teknis bertemu kreatifitas tanpa batas pada koleksi tersebut. Sejak pendiriannya di tahun 1839, Patek Philippe selalu mengabadikan karya-karya rare handcrafts yang diasosiasikan dengan seni pembuatan jam selama lebih dari lima abad. Setiap tahunnya, sang manufacture mengumpulkan kreasi-kreasi one-of-a-kind dan limited-edition yang mengilustrasikan prinsip “tradition of innovation” yang mereka pegang. 

Koleksi “Rare Handcrafts 2024” diisi oleh jam dome, jam meja, jam kantong, dan jam tangan yang menyorot teknik-teknik artisan yang dilestarikan dari abad ke abad hingga inovasi horologi termutakhir. Secara tema, kreasi-kreasi koleksi ini memiliki tiga tema besar: konstelasi bintang, keindahan alam, serta selebrasi seni, tradisi, dan olahraga di masyarakat. Let’s take a closer look at some of these gorgeously-made pieces. 

Setiap konstelasi zodiak menemukan dirinya dalam jam tangan Calatrava dengan dial dari kombinasi grisaille enamel au blanc de Limoges untuk lukisan galaksi bimasakti dan simbol rasi bintang, lalu Grand Feu cloisonné dan paillonné enamel untuk konstelasinya. Jarum jam dauphine-style emas putihnya dilengkapi dengan simbol matahari dan bulan untuk menandakan waktu, sementara bezel dan lugs-nya dihias dengan 112 brilliant-cut Top Wesselton Pure diamonds (0,87 ct) dan 29 berlian (0,24 ct) pada prong buckle. Kemudian, Anda dapat melihat calibre 240 ultra-thin self-winding movement pada sapphire crystal case back jam tangan. 

Pada kreasi jam kantong “Portrait of a White Egret”, teknik wood marquetry dan flinqué enamel dipakai untuk menampilkan sebuah lukisan burung egret putih. Marquetry maker memotong dan menyusun 53 bagian veneer kecil dan 400 inlay untuk membuat sebuah palet dari 18 spesies kayu dengan warna, tekstur, dan urat berbeda. Dial emasnya memiliki motif sunburst dari hand-guilloche dan dilapisi dengan enamel biru transparan sesuai dengan teknik tradisional  flinqué enameling

Sebuah opal cabochon (0,29 ct) oranye yang menyerupai warna emas dari paruh egret menghiasi crown-nya, sementara waktu darinya dibaca lewat applied Breguet numerals dan jarum jam yang menyerupai dedaunan (keduanya terbuat dari emas putih). Digerakkan dengan caliber 17 LEP PS manually wound movement with small seconds, jam kantong ini didampingi dengan handcrafted stand emas putih yang didekorasi dari motif yang terinspirasi dari alang-alang. 

Di antara koleksi jam dome terdapat “The Muses”, sebuah kreasi cloisonné enamel dengan lukisan seniman ternama Alfons Mucha. Di sana, empat muses tampil dikelilingi bunga-bunga dari ametis, zamrud, dan rubi pada tiga panel samping dan topaz pada dial-nya. Untuk melukis ilustrasi Art Nouveau ini, enameller menggunakan 31,2 meter kabel emas dan 39 warna enamel yang terdiri dari tekstur transparan, semi-opaque, atau opaque.

Detil-detilnya diperhalus dengan miniature painting di enamel dengan 16 warna. Setiap dari lempengan enamelnya membutuhkan 15 kali proses firing di suhu 750°C. Melengkapi kreasi ini adalah hour circle dari mother-of-pearl, angka Romawi dari lacquer merah, jarum jam bergaya Art Nouveau dengan satin-brushed rose gilt dengan dekorasi transfer-printed berwarna coklat tua, dan caliber 17 PEND mechanical movement rewound by an electric motor.

Anda dapat mengunjungi pameran “Rare Handcrafts 2024” di Patek Philippe Salons, 41 rue du Rhône, Jenewa hingga tanggal 27 April 2024. Eksibisi buka setiap Senin hingga Sabtu, pukul 11.00 – 18.00 (last entry di pukul 17.00). Para pengunjung juga dapat melakukan registrasi online di patek.com.