Designing trunks, trays, and outfits for the big event.
Louis Vuitton sebagai rumah mode yang lahir di Paris ambil andil signifikan dalam perhelatan Olimpiade yang digelar tahun ini di ibukota Prancis tersebut. Brand yang telah hadir sejak tahun 1854 itu mendesain beberapa items untuk Olimpiade kali ini.
Tentu saja trunk yang menjadi akar Maison tersebut tak luput dari partisipasi LV. Dua buah trunks dibuat, masing-masing untuk medali dan obor Olimpiade. Kreasi-kreasi itu menjadi bagian dari serangkaian trophy trunks LV untuk berbagai jenis pertandingan olahraga. Parisian house ini sudah berperan sebagai pembuat trophy trunk sejak tahun 1988.
Sebagaimana trunk LV lainnya, kreasi yang diperuntukkan bagi Olimpiade 2024 ini hadir dengan kanvas monogram yang legendaris. Pada kreasi tersebut juga bisa dilihat brass corners dan brass closures seperti yang selalu hadir di trunk LV sejak era 1850-an. Dengan desain yang merujuk pada Malle Coiffeuse, trunk tersebut memiliki area tengah dan dua area sayap untuk menyimpan 468 medali karya brand perhiasan Chaumet. Interior trunk dibingkai dengan black matt leather yang juga digunakan untuk drawers’ handles.
Treatment interior serta elemen brass pada corners dan closures juga diterapkan untuk torch trunk. Perbedaannya adalah eksterior trunk ini hadir dalam kanvas Damier yang diciptakan pada tahun 1888. Ini menyerupai kreasi hat case pada tahun 1895. Baik torch trunk maupun medal trunk dibuat di Asnières sebagaimana kreasi-kreasi trunk lain label ini. Tempat itu sudah menjadi markas pembuatan trunk LV sejak tahun 1859.
“For over 170 years, Louis Vuitton has been creating trunks that embody excellence, creativity and audacity, values we share with the world’s greatest sporting events,” ungkap Pietro Beccari, CEO Louis Vuitton. Selain mendesain trunk untuk medali dan obor, LV juga merancang medals tray untuk dibawa saat pengalungan medali pada pemenang pertandingan. Tray tersebut dikreasikan oleh artisans LV di workshop Beaulieu-sur-Layon di wilayah Maine-et-Loire yang khusus membuat leather goods.
Trays tersebut juga tampil dalam motif Damier dengan interior berbingkai matt black leather sebagaimana desain trunk medali dan obor Olimpiade. Dibuat seringan mungkin, masing-masingnya bisa memuat dua hingga enam medali. Tak hanya trays yang dibuat LV, seragam dari para relawan pengantar medali juga didesain oleh label ini. Terinspirasi outfit Olimpiade 1924 di Paris, desain seragam pengantar medali itu menjadi tribute bagi siluet 1920-an, era kelahiran sportswear, afirmasi akan feminisme, dan munculnya mode unisex.
Pakaian untuk 515 medals bearers tersebut – pemuda-pemudi anggota federasi olahraga dari seluruh Prancis – menekankan keleluasaan bergerak dengan komposisi polo shirt, celana panjang, serta gavroche cap. Tiap outfit tersebut akan diberikan sebagai kenangan kepada para medal bearers yang memakainya. Masing-masing piece dibuat berbahan 100% eco-designed materials. Polo shirts dan gavroche caps hadir dengan bahan jersey terbuat dari tekstil daur ulang hasil kolaborasi bersama startup Weturn, Perusahaan Prancis bersetifikasi B Corp. Sementara celananya bermaterialkan poly-wool blend fabric yang memanfaatkan recycled polyester.
Polo shirts bagi para medal bearers itu dimanufaktur oleh Duval. Sementara celananya diproduksi La Fabrique NOMADE, sebuah organisasi partner LVMH yang memfasilitasi integrasi profesional para refugee artisans di Prancis. Lembaga itu membantu mereka untuk meningkarkan skill yang telah mereka miliki sejak dari negara asal dan menyesuaikannya dengan kebutuhan pasar Prancis. “These clothes mirror our commitment to creative circularity and to a society that is more respectful towards the environment,” jelas Antoine Arnault, LVMH Image & Environment.