Pantja Izakaya, Spot Santai Bersuguhan Japanese Charcoal Grill

Unwinding with a touch of Japanese culture.

 

Pantja telah sukses meraih berbagai penghargaan. Mulai dari Bar of the Year hingga pengakuan di ajang gourmet award bergengsi, serta tiga tahun berturut-turut masuk dalam daftar Asia’s 50 Best Bars. Cocktail bar besutan Kabir Suharan dan Rapha Menchaca ini menyuguhkan ragam keunikan, seperti filosofi farm-to-table, seni memasak berbasis kayu bakar, sajian produk musiman, hingga reinterpretasi koktail klasik yang penuh cerita.

Hal tersebut dibawa ke sebuah medium baru di bilangan SCBD, Jakarta, dengan nama Pantja Izakaya. Sesuai namanya, restaurant dan bar ini membawa napas japanese cuisine dengan suguhan main-course yang curated, disesuaikan dalam perspektif Pantja Hospitality. Signature menu yang ditawarkan pun diproses dengan teknik andalan binchotan charcoal grill. 

The Editors Club berkesempatan mengunjungi dan mencicipi menu-menu Pantja Izakaya. Terletak di lantai dasar Sequis Tower, ruangannya menghadirkan dominasi material kayu natural bernuansa wabi-sabi, yang berpadu sentuhan modern-industrial melalui aksen logam di beberapa titik. Area bar, yang terletak tepat setelah pintu masuk mungil namun menjulang tinggi, menampilkan deretan liquor bottle khas Jepang. Alunan musik yang terkurasi mengalun lembut; dari melodi Japanese pop era 80-an hingga rare grooves yang membangun atmosfer santai sekaligus hangat. 

Suguhan koktail menjadi impresi pertama. Kabir, yang merupakan co-founder Pantja Hospitality memperkenalkan menu tribute yang diangkat dari kisah bartender kulit hitam pencipta resep classic cocktail di abad ke-19. Sosok tersebut adalah Thomas Bullock dengan karyanya Sakura Stone Sour, yang diinterpretasikan ulang melalui campuran Citadelle old tom gin, Mancino Sakura vermouth, pomelo liqueur, albumin, hojicha dan tetesan sesame oil di atas foam-nya. 

Beralih ke raw bar, sebuah station yang menyuguhkan fresh seafood, hadir Matoya Bay oyster yang lembut dan spicy dengan sentuhan wasabi dan ponzu sauce nan segar. Untuk menu ikan, tersedia Shima Aji dengan jalapeño dressing, ginger dan cilantro. Pantja Izakaya juga menyuguhkan menu musiman yang bahkan diimpor langsung dari Jepang. Seperti Medai dengan goma dressing dan umeboshi yang segar.

Di Chef’s Counter dengan konsep open kitchen, asupan protein diolah beragam. Signature dish adalah Tsukune, yakni daging yang di-grilled dan disajikan bersama dipping sauce tare dan egg-yolk. Rasanya gurih dan chewy serta melted di mulut. Ada pula Black Cod dengan rasa manis dari yuzu miso yang disajikan bersama sweet onion nan segar. Dipanggang dengan arang binchotan, Rib Eye menghadirkan Westholme Wagyu 9+ yang lembut dan gurih saat dikunyah.

Menu penutup disajikan di lantai 2, area non-smoking dengan private room berkapasitas 10-12 orang yang menghadap jendela. Salah satu hidangannya adalah Matcha, yakni warabi mochi manis dengan potongan strawberry dan miso crumble gurih. Lalu ada  Strawberry Shortcake yang lembut dengan crème chantilly dan sisipan rasa segar dari potongan strawberry yang menutup manisnya pengalaman bersantap sore itu.