Napas Ringan Koleksi Menswear S/S’25 di Milan dan Paris

A wardrobe of ease. 

 

Persembahan koleksi Men’s Spring/Summer 2025 dari Milan dan Paris Fashion Week memiliki beberapa persamaan. Yang pertama, paletnya segar namun lembut. Lightness dan easiness seperti menjadi tema favorit para perancang untuk musim ini yang dibawakan dengan narasi unik mereka masing-masing. Here are our favourites for this season’s men’s collections. 

Fendi

Bagi Silvia Venturini Fendi, rumah mode keluarganya adalah sebuah kapsul waktu di mana kerajinan Italia menjadi bintang utamanya. Visinya akan maskulinitas kontemporer disampaikan dengan palet mineral seperti mist, ivory, karamel, buttermilk, soft blues, dan forest green. Sebuah coat-of-arms Fendi Club memetik inspirasi dari emblem komunitas olahraga. Konsep seragam diinterpretasikan untuk style kerja maupun bersantai. Teknik Selleria yang diturun-temurunkan di keluarga Fendi dapat Anda temukan pada broken pinstripe suiting jacquard, permukaan Japanese boro denim, hingga tas-tas Peekaboo ISeeU Soft dan Baguette Double. 

Zegna

Untuk musim panas, kode utama Zegna adalah linen. Dalam koleksi “Us, in the Oasi of Linen”, Alessandro Sartori bereksperimen dengan bentuk, pendirian, dan tekstil-tekstil yang mengekspresikan individualitas. “Light pieces with a playful ease is the vocabulary. Siluetnya lembut, santai, dan nyaman. Jaket “Il Conte” hadir dalam versi sleeveless, sementara t-shirt-nya bisa digunakan sebagai luaran. “Linen is a wonderful medium in this sense: Oasi Lino is not only traceable and true to our commitment to sustainability, but it is also as malleable and sensual as the idea of summer dressing we are prompting.” tambah Sartori. 

Louis Vuitton

From Paris to the world. Dengan mindset global, Pharrell Williams mempersembahkan koleksi yang menyatukan diversitas para warga dunia. With discernment, savoir-faire and travel as their shared values, the community of LVERS reimagines their future. Kode-kode desainnya terinspirasi dari mereka yang mengelilingi dunia, seperti sang pilot atau sang diplomat. Dalam suatu perjalanan, kenyamanan terpancarkan melalui siluet sportswear. Embossed Branded Monogram tampil pada kreasi ready-to-wear dan motif Damoflage mengambil bentuk baru sebagai Snake-o-Flage dan Map-o-Flage. 

Dior

In this collection, I wanted to concentrate on elements of craft, the skills of the ateliers and artisans who work for this house: this is the lifeblood of Dior,” ujar Kim Jones tentang koleksi ini. Membawa kreasi ceramicist Afrika Selatan Hylton Nel ke dunia savoir-faire Dior, Jones kembali menggabungkan kode luxury, utility, workwear, dan haute couture. Dalam momen yang sama, siluetnya mengekspresikan playfulness dan praktikalitas. Outerwears arrive in rounded volumes, whilst its patterns reference the works of Hylton Nel. Sebuah rancangan Yves Saint Laurent untuk Dior di tahun 1958 direalisasikan untuk pertama kalinya dalam koleksi ini, bersama dengan kreasi “Negatif” dari koleksi Fall/Winter 1960 yang diinterpretasikan kembali menjadi mock ceramic structure yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk dikreasikan. 

Loewe

Judul koleksi ini adalah “A Radical Act of Restraint”. Dalam kreasinya, Jonathan Anderson bekerjasama dengan Peter Hujar, Charles Rennie Mackintosh, Carlo Scarpa, Susan Sontag, dan Paul Thek. Masing-masing seniman tersebut mengejar kebebasan kreatif dengan radikal, mengubah objek-objek sehari-hari dari biasa menjadi luar biasa. Headpiece bulu menutupi wajah para model, namun melengkapi kreasi ready-to-wear Anderson dengan sempurna. Some of our favourite looks include the knitted balloon trousers, a mother-of-pearl top, plaid capes, and glistening sets

Hermès

Seaside menjadi inspirasi koleksi terbaru Hermès. Véronique Nichanian kali ini memilih pendekatan yang light dan easy layaknya soft breeze di tepi pantai. Warna-warna pastel yang sweet disapukan pada siluet-siluet relaks berpadanan strappy sandals. Palet lilac ditemukan pada jaket. Short trench hadir dengan sandy tone. Sementara kemeja-kemejanya menggunakan cotton warna pink lembut. Pilihan tone of navy, grey, dan camel diterapkan pada ribbed knits ataupun kreasi-kreasi tailoring. Contohnya jaket dengan patch pockets dan blazer yang hampir terlihat terawang. Beberapa pieces terlihat menampilkan prints dan embroideries terinspirasi alam seperti white wildflowers.