Museum Macan Suguhkan Tema Dinamika Sosial di Pameran POSE

Social phenomenon through artistic point of view.

 

Banyak faktor yang menghadirkan dinamika sosial, mulai dari pergeseran rezim hingga pergerakan kultur konsumerisme. Topik-topik ini diangkat sebagai basis kurasi karya seni dalam sebuah pameran yang bertajuk POSE di museum Macan. Diambil dari judul lukisan maestro S. Sudjojono dari tahun 1975, pameran tersebut menghadirkan narasi pengetahuan akan momen-momen sosial. 

Museum Macan bekerjasama dengan Museum Seni Rupa dan Keramik (MSRK) Jakarta untuk memajang ragam karya. Selain “Pose”,  karya lain S. Sudjojono yang ditampilkan adalah “Maka Lahirlah Angkatan ‘66” yang berkaitan dengan demonstrasi mahasiswa dan kelahiran masa Orde Baru. Lukisan bertajuk “Tulisan Putih” dari tahun 1972 karya A.D Pirous merepresentasikan fenomena di wilayah seni di mana karya itu menandai awal mula Gerakan Seni Rupa Baru. 

Berangkat dari momen sosial di Indonesia, relevansinya juga ditarik ke kancah mancanegara lewat karya dari Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat hingga Britania Raya. Karya-karya tersebut merupakan ciptaan Damien Hirst, David LaChapelle, Takashi Murakami, Tang Zhi Gang, Wang Guangyi, Wang Xin, Yue Minjun, hingga Yoshitomo Nara.

Sejumlah program publik dilakukan untuk menunjang pameran ini. Mulai dari program wicara seni, sesi mendongeng, hingga tur daring. Wicara seni akan berfokus pada warisan abadi S. Sudjojono di dunia seni kontemporer Indonesia, sementara pandangan yang lebih luas mengenai sejarah seni rupa modern Indonesia akan dieksplorasi dalam sesi mendongeng.

Museum Macan juga akan menyajikan galeri virtual 360° yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Festivo. Galeri virtual ini hadir sebagai platform untuk membawakan tur daring yang melibatkan siswa, pendidik, dan mitra sekolah, juga publik secara luas. Pameran POSE yang didukung oleh Yayasan Mitra Museum Jakarta ini dibuka mulai tanggal 30 April dan berlangsung hingga 18 September 2022.