Introducing Motif Galaran.
Cita Tenun Indonesia, sebagai organisasi nirlaba yang memberdayakan pengrajin kain tradisional kali ini membidik provinsi Jawa Tengah. Misinya adalah memperkenalkan motif tenun baru yang diharapkan tak hanya meningkatkan kesejahteraan pengrajin, namun juga bisa menjadi sebuah ciri khas lain. Cita Tenun Indonesia menggandeng Bai Soemarlono dan Joe Lim dari fashion label Ohmmbybai untuk memperkenalkan tenun ikat motif Galaran melalui sebuah koleksi bertajuk Pelesir.
Proses dibalik penciptaan motif ini diakui kedua pihak cukup menantang yang dimulai dari panen dan pemilihan kapas sebagai bahan baku, hingga metode pewarnaan alami dari fermentasi buah Jalawe. Proses tersebut memakan waktu hingga 2 – 3 bulan sebagaimana dijelaskan Dhanny Dahlan selaku pengurus Cita Tenun Indonesia. Dalam proses tersebut juga diusung konsep berkelanjutan di mana langkahnya merujuk pada modul-modul ilmiah dan melibatkan hingga 7 tenaga ahli.
Motif Galaran berbentuk seperti pola Zebra dan gulungan ombak. Kain dengan motif tersebut kemudian diolah dalam desain-desain nuansa modern oleh Bai Soemarlono dan Joe Lim. Koleksi berpalet monokromatis dan siluet relaks itu ditampilkan beberapa waktu lalu lewat acara trunk show di Cork & Screw Country Club.
Trunk show dibuka oleh peraga Kelly Tandiono mengenakan jaket multi-colour dan celana pantalone yang dipadu dengan cut-out bikini. Kreasi berikutnya adalah sleeveless shirt dengan mandarin collar dan relaxed shorts yang dikenakan Izabel Jahja. Pieces lainnya mencakup sleeveless draped top, sarong-style bottom, two-tone asymmetrical skirt, hingga jaket bomber nan sporty.
Koleksi Pelesir ini didesain dengan siluet yang dominan longgar dan bisa untuk dikenakan oleh berbagai gender. Items seperti Hawaiian shirt, multipockets light blazer, hingga cropped sleeve kimono-inspired bisa menjadi pilihan untuk tampil effortless, sporty, maupun seduktif. Koleksi kolaborasi Cita Tenun Indonesia dan Ohmmbybai ini dirilis secara terbatas.