Metafora Sosio-Politis Eko Nugroho Mendarat di Galeri ROH Projects

Imagination and action.

 

Will you be able to move a mountain? Pertanyaan tersebut merupakan konteks judul pameran seniman Eko Nugroho bersama ROH Projects. Alih-alih menjawab pertanyaan tersebut, Eko Nugroho melakukan pendekatan sosio-politik lewat karya kumpulan patung, lukisan hingga mural yang menyerap dari karya jalanan nan jenaka.

Dinamika Indonesia sebagai negara demokrasi begitu menggelitik Eko untuk menelurkan karya. Terlebih, sisipan konteks dunia modern ia balut dalam kemasan humor, dekat, figuratif dan terkadang bernuansa extraterrestrial. Ia mereka ulang konteks justice, tolerance, advancement, diversity dan equality

“The Views” yang berwujud beragam pasang mata menggambarkan kondisi publik di zaman derasnya arus informasi. Hadir pula sculpture eksoskeleton berskala monumental setinggi 4 meter yang berjudul “We Are Human”. Berbentuk bola dengan sisipan 5 kaki berpulasan patina, karya ini seolah menggambarkan suatu kondisi selepas dilaluinya masa sulit.  Sejumlah patung berukuran manusia tersebar di beberapa area seperti “Hope and Fear Hoping”, “Reconstruction Dream” hingga “Ala Carte Modern Slavery” yang menggambarkan realita perbudakan modern akibat ekonomi digital sehingga labor dan leisure menjadi blurred.

Terkait sang seniman sendiri terpajang 12 sculptures berjudul “Half Hero Half Stone” bernuansa monokromatis yang merupakan representasi karya Eko Nugroho selama berkarier. Kompilasi karya Eko juga hadir dalam rupa embroidery berjudul “Tak Ada Mati” yang merupakan respon dari cerita pendek karya Eka Kurniawan. Pameran “Cut The Mountain and Let It Fly” di ROH Projects berlangsung hingga 13 Agustus 2023 mendatang.