Menelusuri Evolusi Rumah Mode Louis Vuitton

From trunk maker to a fashion house.

 

Nama Louis Vuitton sudah menjadi simbol dari living in luxury. Pada tahun ini, eksistensi Maison tersebut menginjak usia 170 tahun. Perjalanannya yang dimulai sang founder kini telah berevolusi menjadi satu rumah mode yang tak hanya mengkreasikan trunk. Berikut ini adalah kilasan perkembangan label asal Paris itu dari semula hingga saat ini.

Kehidupan sosok Louis Vuitton sebagai seorang anak terbilang memprihatinkan. Berlatar belakang keluarga pengrajin dan petani, anak yang lahir pada tahun 1821 itu harus menelan kenyataan pahit kala ibundanya menutup usia saat ia masih berumur 10 tahun. Bahkan lak lama setelahnya, sang ayah juga meninggal. Vuitton kemudian mengambil keputusan untuk meninggalkan tanah kelahirannya di Anchay untuk pergi berjalan kaki ke Paris. Ia berusia 16 tahun saat tiba di kota itu setelah menempuh perjalanan selama dua tahun.

Di sana menjalani apprenticeship dengan Monsieur Maréchal selama 17 tahun hingga akhirnya mendirikan workshop-nya sendiri di dekat Place Vendome pada tahun 1854. Pada era itu, fokus bisnis Vuitton adalah untuk mengkreasikan trunk yang elegan dan praktikal. Salah satu kontribusi desain terbesarnya adalah flat-topped trunk yang tahan air, dapat ditumpuk, lebih ringan, dan lebih mudah disimpan. Until today, the Maison carries the same innovative spirit and affinity for elegance as it did in the 19th century. 

Setahun setelah ia memperkenalkan trunk tersebut di tahun 1858, Vuitton membuka workshop-nya di Asnières. Workshop tersebut masih digunakan oleh sang Maison hingga hari ini. Pada tahun 1866, Georges Vuitton menghadirkan inovasi baru dengan “unpickable” tumbler lock yang memberikan keamanan lebih kepada luxury trunks. Invensi tersebut kemudian menjadi salah satu signature dari Louis Vuitton. Sang rumah mode menutup abad ke-19 dengan kreasi motif Damier di tahun 1880-an dan LV Monogram Canvas di tahun 1896. 

Beberapa figur ikonis turut andil dalam penciptaan kreasi-kreasi paling terkenal dari Louis Vuitton. Pada tahun 1915, Coco Chanel memesan sebuah bespoke leather handbag kepada sang rumah mode yang pada saat itu merupakan toko travel goods terbesar di dunia. Desain yang dipersembahkan Louis Vuitton adalah sang Alma bag, dan tas historis tersebut menjadi pijakan pertama mereka di dunia small leather goods and accessories. Pada tahun 1930, Louis Vuitton memperkenalkan model Keepall dan Speedy, dua model yang masih sangat digemari para pelanggan hingga sekarang. Speedy 25, versi lebih kecil dari tas Speedy, pertama dikreasikan sebagai permintaan khusus dari aktris Audrey Hepburn.

Louis Vuitton bergabung dengan konglomerasi Moët Hennessy pada tahun 1987 dan membentuk LVMH (Louis Vuitton Moët Hennessy). Satu dekade berikutnya, Marc Jacobs ditunjuk sebagai creative director pertama Louis Vuitton. Bersama dengan masuknya Jacobs di sang Maison, Louis Vuitton memasuki era baru dengan memperkenalkan koleksi ready-to-wear pertama mereka. 

Louis Vuitton merupakan pelopor dari kolaborasi-kolaborasi luxury fashion house dengan seniman dan perancang dari berbagai industri. Pada tahun 2001, Stephen Sprouse Graffiti Collection diluncurkan di bawah arahan kreatif Jacobs. Kolaborasi-kolaborasi besar lain yang hadir dalam era Jacobs adalah koleksi Takashi Murakami dan Richard Prince. Pada tahun 2014,  Nicolas Ghesquière dinobatkan sebagai pengganti Marc Jacobs. Di bawah Ghesquière, Louis Vuitton tetap menyandang konsep innovative elegance mereka sambil mengeksplorasi dunia sci-fi yang merupakan kegemarannya.

Pada ranah menswear, rumah mode ini menapaki sejarah dalam perjalanannya lewat penunjukkan Virgil Abloh sebagai creative director. Ia merupakan orang kulit hitam pertama yang memegang pucuk pimpinan kreatif di label ini. Setelah Abloh menutup usia pada tahun 2021, tampuk kepemimpinan di divisi busana laki-laki kemudian berlanjut ke tangan Pharrell Williams mulai tahun 2023.

Baik Nicolas Ghesquière maupun Pharrell Williams, keduanya terus menyuguhkan olah kreativitas dalam menginterpretasi legasi Louis Vuittonn, menempatkannya dalam visi modern.  In the future, we expect to see innovations from a house that always leads the trends in the fashion industry.