Mauliate, Selebrasi Syukur Tobatenun

A celebration of tradition.

 

Suku Batak Toba di provinsi Sumatera Utara memiliki Gotilon, yakni tradisi untuk mengucap syukur atas hasil panen yang dituai. Esensi akan tradisi tersebut dituangkan oleh Tobatenun lewat sebuah perayaan bertajuk Mauliate yang berarti terima kasih. Wujud representasinya adalah dalam rupa dekorasi yang mencerminkan keragaman botani tropikal, maupun presentasi padu padan kolaboratif bersama label dan desainer Indonesia di Sopo Del Tower, Jakarta.

Di perayaan Mauliate, Tobatenun menginterpretasikan kekayaan teknik Tenun Batak khususnya Tenun Songket atau Jungkit bermetode supplementary weft demi menghasilkan motif timbul dengan presisi tinggi. Ulos Tumtuman dan Ulos Sadum merupakan dua karya istimewa dari Partonun (sebutan penenun dalam bahasa Batak Toba) yang menjadi highlight presentasi koleksi ini.

Desainer Rinda Salmun mengolah Ulos Sadum menjadi kreasi collarless shirt atau beskap asimetris dengan teknik jahit sambung pada kreasi menswear; juga kreasi cape, sleeveless vest dan outer bertatahkan kristal yang relaxed namun refined pada kreasi womenswear. Label Kantita, mengolah Ulos Mangiring menjadi kreasi bersiluet yang shape-wise seperti oversized sleeveless beskap atau blazer hingga atasan lengan pendek detail pita dan high collar.

Label menswear Maison Obscura memadukan kreasi bernuansa dekonstruktif seperti beskap, jaket dan zipper blazer dengan tenun Jungkit sebagai bawahan, dalaman atasan maupun pelengkap selendang. Sementara Studio Jeje menggabungkan kemewahan tekstur 3D maupun beads menjadi dalaman outer, bawahan hingga selendang. 

Tampil inklusif merespon daerah asalnya yang terdampak oleh bencana, silent auction turut digelar yang di mana, hasilnya akan didonasikan untuk korban longsor dan banjir di Sumatera Utara, Barat dan Aceh.