Inspired by the light of the ocean.
Ketika cahaya matahari menembus permukaan laut, refraksi pun terjadi dan menghasilkan permainan cahaya yang memukau. Fenomena visual itulah yang menjadi inspirasi utama Eddy Betty dalam koleksi terbarunya bertajuk “Luminescence”. Dipersembahkan secara epik di Hotel Mulia, Jakarta, koleksi ini tampil dalam nuansa gemerlap, dekorasi penuh material kilap dan efek imersif yang menghiasi runway hasil sentuhan artistik dari LXE.
Eddy menangkap sifat reflektif cahaya, serta dinamika yang menyertainya di kedalaman samudra. Imaji tersebut diterjemahkan dalam busana dengan craftsmanship rumit. Ia menggandeng perancang aksesori Rinaldy A. Yunardi untuk menciptakan headpieces terinspirasi biota laut, bentuk-bentuk simbolik, hingga elemen kultural yang merepresentasikan lintas zaman.
Pertunjukan dibuka dengan one-shoulder mini dress beraksen rumbai menyerupai tentakel hydra, dipadu dengan cap yang menyembunyikan wajah sang peraga. Simpul jaring nelayan mengilhami stocking bertabur kristal, sementara gaun iridescent berpalet light blue tampil dengan draped skirt yang flowy.
Warna-warna berani dan vibran seperti merah, fuschia, kuning, hingga neon menambah intensitas dramatis pada keseluruhan koleksi. Tube dress dihiasi appliqué menyerupai antena ikan, selaras dengan headpiece transparan dan chain dress emas berbelahan setinggi paha.
Kesan kemurnian dihadirkan lewat palet putih dalam bentuk payet menyerupai sisik ikan, disusun menjadi maxi dress elegan dan headpiece yang ditaburi rantai mutiara. Material lace yang rumit dipadukan dengan korset dan detail appliqué bermotif bunga romantis, seakan menjadi representasi nuansa pernikahan.
Sebagai pamungkas, material reflektif dalam rupa payet tampil gemilang pada sleeveless mini dress, jumpsuit, hingga ball gown yang megah. Masing-masing dikenakan dengan bodysuit transparan beraksen metalik, headpiece menyerupai tentakel anemon laut, hingga mahkota sculptural menjulang yang menutup peragaan dengan impresi memorable.