The ethereal strength.
Koleksi Louis Vuitton Spring/Summer 2026 kali ini sedikit berbeda dengan biasanya. Ini impresi utama yang didapat oleh Editor-in-Chief The Editors Club saat menghadiri sesi Resee-nya – and we are the only Indonesian media invited for this session. Tidak ada strong shoulders atau bold patterns yang biasa terlihat dalam koleksi-koleksi Louis Vuitton. Sebagai gantinya adalah aura ethereal, kelembutan dalam delicate craftsmanship, dan keindahan dari sebuah intimasi. Vibe koleksi ini layaknya pelukan hangat dan secangkir cokelat panas yang dinikmati bersama orang tersayang. Here, female power shines from within.
Fashion show dan Resee koleksi ini digelar di sebuah area Musée du Louvre yang dahulunya merupakan rumah musim panas Anne of Austria, Queen of France. The keywords for this collection: intimacy, comfort, and the joy of freedom in a private sphere. Prinsip “pakaian rumah” mendapatkan terjemahan subversif sebagai kreasi-kreasi ready-to-wear nan indah; bagaikan sebuah lukisan impresionisme yang dapat Anda kenakan. Koleksi ini memesona dalam kelembutan dan kenyamanan yang dipancarkannya. Bahkan, tidak ada high heels dalam koleksi ini.
Siluet fluid mengalir dengan alami, dan motif bunga merekah pada sebuah crafty blouse atau rok mengembang. Inspirasi sleepwear hadir dalam permainan bahan satin, menjadi nightgown yang dirancang untuk dikenakan di luar kamar tidur. Slippers bulu melengkapinya. Koleksi ini merupakan representasi French taste dari era Anne of Austria di abad ke-17 hingga masa kontemporer.
Mungkin Anda berpikir, “I thought that Louis Vuitton’s core concept is travelling? Why are we suddenly getting cozy indoors all of the sudden?” Bagi sang rumah mode, salah satu hal terpenting dari sebuah perjalanan adalah cara mereka membawa dirinya kemana pun kaki melangkah. This is about dressing that reveals how people carry themselves – when clothes speak with confidence; a manifesto of individuality.
This collection is for girls who find true luxury in comfort, in being at home, and in surrounding themselves only with a chosen few. Melalui koleksi ini, kita belajar bahwa kekuatan juga bisa diekspresikan sebagai sesuatu yang personal, tenang, dan lembut.