A rich and optimistic fragrance.
Master Perfumer Jacques Cavallier Belletrud membayangkan sebuah oasis dengan tanaman rimbun di tengah padang pasir. Indahnya fenomena alam itu bagaikan sebuah simbol optimisme yang bangkit dari pergulatan yang panjang. Bahkan di tengah kondisi yang ekstrem, bunga tetap dapat bermekaran. Dari situlah ide untuk parfum Louis Vuitton Fleur Du Desert datang.
Fleur Du Desert adalah chapter ke-5 untuk seri Middle East dari koleksi Louis Vuitton Les Parfums. Konsep yang dipersembahkan sang Master Perfumer melalui wewangian ini adalah a nectar of flower’ yang dikemas menjadi sebuah signature scent. Komposisinya terdiri dari tiga bunga utama: melati, orange blossom, dan mawar. Nuansa manis dari buket wewangian tersebut diperkaya lagi dengan rempah-rempah, kayu manis, dan madu.
Karakter woody dan spicy dari Fleur du Desert menonjol dan meninggalkan jejak yang hangat dan opulent, merekah bagaikan bunga-bunga di oasis padang pasir tersebut. “I didn’t want an oriental accord in the Western sense of the term, but rather one that truly speaks of the culture and beauty that are unique to that region.” ucap Belletrud.
Wewangian ini juga memiliki sebuah exotic ingredient, yakni Oud Assam yang didapat dari sebuah usaha pertanian keluarga di Bangladesh yang bekerjasama secara eksklusif dengan Louis Vuitton. Fleur Du Desert ini melengkapi keempat parfum seri Middle East yang terdiri dari Ombre Nomade, Les Sables Roses, Nuit de Feu, dan Pur Oud.