Kontinuitas Feminisme di Koleksi Dior Fall/Winter 2020

I say I to change the world.

 

Maria Grazia Chiuri tak pernah kehabisan ide untuk mengeksplorasi feminisme. Untuk koleksi Dior Fall/Winter 2020, creative director yang lahir pada tahun 1964 itu bergerak dari pengalaman personal dan foto-foto masa remajanya. Mulai dari sikap rebellious hingga jejak menuju self-assertion di masa muda yang terwujud pada caranya berpakaian kala saat itu menjadi pemantik api kreatif di balik terciptanya koleksi ini. 

Konsep tersebut diterjemahkan dalam rupa-rupa rancangan. Bar jacket dikembangkan menjadi kreasi suit dan zipper jumpsuit. Kreasi material sheer mengambil wujud pada desain kemeja, mini dress dan maxi dress. Sementara tampilan preppy hadir pada padu padan V-neck knits bersama kemeja dan dasi dengan bawahan flare pants. Karakter rebellious terasa kental di koleksi ini lewat jeans dan hiasan headscarf dan bandana a la era 70-an. Pada koleksi ini, Chiuri juga banyak bermain dengan motif kotak-kotak yang merupakan salah satu motif favorit Christian Dior.

Kesinambungan tema feminisme pada koleksi dan set panggung show Dior kali ini terlihat salah satunya pada penggunaan penggalan kutipan “I Say I” di sebuah t-shirt dan pintu masuk venue acara yang berlokasi di Tuileries Gardens, Paris. Kutipan itu merupakan terjemahan dari “Io dico io”, manifesto milik kritikus seni dan feminis Italia, Carla Lonzi (1931-1982). Chiuri menginterpretasi kalimat itu sebagai wujud kreatif atas artikulasi mengenai aspek-aspek dari feminine subjectivity. Berbagai ekspresi verbal feminisme nan provokatif serta sarat makna dari Carla Lonzi pun menjadi bagian dari scenography yang didesain oleh collective artist Claire Fontaine. 

Claire Fontaine yang terdiri dari duo seniman Fulvia Carnevale and James Thornhill mendesain lantai show Dior Fall/Winter 2020 seluas 1.000 meter persegi dengan copy dari 4.000 double pages koran Le Monde berbahan kertas daur ulang. Desain ini diterjemahkan dari salah satu karya di seri instalasi ‘Newsfloor’ mereka yang berjudul ‘Le Monde Pixélisé’. Karya tersebut terinspirasi dari salah satu foto Henri Matisse yang dibidik oleh Robert Capa pada tahun 1949 dimana sang seniman tengah berkarya di atas lantai berbalut koran-koran. Pada show Dior sendiri, rangkaian koran pada lantai show space menyimbolkan dialog artistik antara kreasi seni feminis yang terwakili oleh karya Lonzi dan kreatifitas secara umum.