Kontemplasi Nasionalisme di Salihara LIFEs 2025

A reflection of national identity.

 

Semangat nasionalisme yang kontemplatif mewarnai Literature and Ideas Festival (LIFEs) 2025 yang diselenggarakan oleh Komunitas Salihara Arts Center. Festival dua tahunan ini mengangkat tema “Menjadi Indonesia” yang mengajak para pecinta seni merenungkan kembali isu-isu mengenai diri, identitas, komunitas dan kebangsaan yang dituangkan dalam berbagai jenis medium.

Terdapat pentas berjudul Rumah dengan Selembar Tikar – bentuk teater arsip bermodul naskah BPUPKI – yang menampilkan situasi dinamis antar anggota perumus tentang bagaimana seharusnya kemerdekaan Indonesia dimaknai dan dilaksanakan. Tak hanya pementasan, ada pula workshop yang memadukan koreo dan tulisan kreatif bertajuk “Urban Raga”. Kemudian, pengunjung dapat pula berpartisipasi mengolah dan menyajikan resep mustikarasa yang mereferensi buku resep peninggalan era Presiden Soekarno.

Ekspresi dalam bentuk puisi juga dapat dinikmati pada kegiatan Jakarta Poetry Slam: Grand Slam 2025, yang juga memungkinkan pengunjung mengirimkan naskah puisi dan narasi mereka. Isu kemanusiaan merupakan noble value dari kegiatan ini yang ditampilkan lewat pementasan teater berjudul “In(her)ited Silence”, yang mengisahkan kumpulan cerita kelam para ianfu (perempuan penghibur paksa) pada zaman penjajahan Jepang yang mencari keadilan. Teater ini disutradarai oleh Sri Qadariatin dan pementasan ini menjadi pengingat setelah 25 tahun bagi para korban menyuarakan pendapatnya di forum internasional.

Suara hati dari remaja Palestina yang selamat dari agresi militer di negaranya dituangkan dalam pertunjukkan The Gaza Monologues. Kisah ini terinspirasi dari kejadian nyata yang dialami oleh remaja-remaja yang menjadi korban. Sementara untuk topik musik, pentas ceramah berjudul “Jazz sebagai Metode Menjadi Indonesia” dan juga hadirnya Sukatani band sebagai pengisi acara penutup festival ini merepresentasikan keresahan generasi saat ini dalam lirik yang vokal sekaligus medium berekspresi yang merdeka.