Layers of challenges for men’s comfort zone.
Konsep manliness telah sekian lama – dan terus berlanjut hingga kini – memberi batasan-batasan akan bagaimana seorang laki-laki sepatutnya berekspresi. Mulai dalam hal gesture tubuh hingga cara berpakaian. Terkait mode, border lines dari manly menswear tersebut terbilang ketat; sangat berbeda kondisinya dengan womenswear yang ruang eksplorasinya jauh lebih leluasa. Tak mengherankan jadinya bila tampilan umumnya laki-laki terasa membosankan. Di Plaza Indonesia Men’s Fashion Week 2024, Temma Prasetio menawarkan sebuah proposal mode menswear yang mendorong batas-batas maskulinitas modern dalam tingkatan bervariasi.
Pada level lebih subtle, terlihat kemeja lengan pendek palet army green dengan oversized patch pocket di dada kanan dan kiri. A further push can be found in a navy turtle neck top with drop shoulder and wide sleeves. Treatment monokromatis tampaknya diterapkan sang desainer untuk tetap terkait dengan manly codes yang menjadi norma lazim di masyarakat. Untuk yang sudah berani keluar dari safe area, hadir lapelless cropped blazer, high waisted trousers, loose shirt dengan aksen lace embroidery, pleated blouse berdesain bishop sleeves, juga oversized pleated shirt yang cukup dramatis.
Pieces mana yang akan dipilih oleh seorang konsumen tentu akan bergantung pada seberapa jauh orang tersebut mampu memperluas zona nyamannya dalam mengekspresikan identitas sebagai sosok maskulin. Bagi yang masih setia dengan “area aman”, Annual Collection 2025 dari Temma Prasetio juga menyediakan beberapa pilihan. Misalnya oversized blazer atau two-tone bomber jacket. Baik yang cukup safe hingga yang lebih daring, kreasi-kreasi pada koleksi berjudul “The Stud” ini membawa ekspresi maskulinitas secara lebih dinamis untuk membuat isi lemari laki-laki jadi lebih menarik dan tidak boring.
Merupakan koleksi ready-to-wear non-tenun kedua, napas keindonesiaan masih bisa dirasa dalam aspek kebusanaan lainnya. Tema Prasetio mengambil forma beskap dan memotong lengannya hingga meradiasi kesan rebellious. Aksen anyam ditempelnya ke sebuah kemeja hitam hingga nuansanya lebih fashionably elevated. Langkah-langkah semacam ini menjadi sebuah cara yang exciting untuk menempatkan elemen-elemen kultural Nusantara dalam semesta busana modern. Something that we expect him to keep working on for the next collections.