Koleksi SukkhaCitta x Leonard Theosabrata Hadirkan Jiwa Utilitarian

Workwear-inspired pieces meant to be layered with one another.

 

Label busana peraih sertifikasi B Corp, SukkhaCitta, menapaki sebuah Upaya kreatif baru dalam perjalanannya. Kali ini, brand besutan Denica Riadini Flesch tersebut merilis koleksi kolaborasi pertamanya. Rangkaian kreasi pada koleksi itu dibuat dengan menggandeng Leondard Theosabrata. Peluncurannya telah dilakukan beberapa waktu lalu di butiknya di Ashta District 8, Jakarta.

Sosok Leonard merupakan Direktur Utama Smesco Indonesia dan Komisaris Sarinah. Dari info yang diberikan tim SukkhaCitta kala berbincang dengan kami di acara perilisan, ia telah lama akrab dengan orang-orang di balik brand tersebut sehingga tercetuslah ide untuk membuat koleksi kolaborasi. Berjudul “Hara”, koleksi tersebut dimaksudkan Leonard sebagai kanvas bagi pemakainya untuk mengekspresikan dirinya; “to be whoever you want to be.

Dari prinsip itu, Leonard menitikberatkan layering sebagai fondasi pengembangan koleksi. “I want to do something that people can layer even in tropical climates. Why layers? Because I think it gives richness to the look,” ungkapnya dalam sebuah video penjelasan koleksi. Formula komposisi yang ia buat terdiri dari 3 bagian sesuai bobot bahan, yakni bahan heavy, bahan medium dan bahan light yang agak transparan.

Dalam penerapan visi mix and match pada koleksi ini, aspek siluet mendapat perhatian besar. Oleh karenanya, Leonard melihat cutting sebagai hal yang penting dalam penciptaan koleksi. Benang merahnya adalah jiwa utilitarian yang merupakan personal taste-nya. “I’m a big fan of workwear, things that are utilitarian,” ujar Leonard. Salah satu manifestasi dari pendekatan desain tersebut ialah kehadiran banyak kantong pada pieces-nya.

Rangkaian yang terdiri dari parka jacket, overshirt, shirts, vest, T-shirt, pants, shorts, juga scarf ini memiliki palet netral yang teknik pewarnaannya bersifat alami. Pewarna dari tetumbuhan digunakan untuk mencegah pemakaian kimia beracun yang dapat mengkontaminasi lingkungan. Pada pieces yang masing-masingnya membutuhkan waktu pembuatan selama 240 jam tersebut dihadirkan sebuah simbolisme berupa infinity knot dengan lokasi berbeda-beda. Hal ini dimaksudkan Leonard sebagai pengingat akan keterhubungan antar sesama dan juga dengan alam.