A journey of nostalgic reconnection.
Di bulan Ramadan ini, SukkhaCitta menyuguhkan rancangan-rancangan terbarunya sambil mengajak Anda untuk mengetahui proses pembuatannya lewat sebuah karya instalasi. Koleksi Kapas Tumpang Sari terdiri dari sekitar 17 kreasi untuk laki-laki dan perempuan yang dibuat dengan penerapan konsep farm-to-closet.
Setiap pakaian dalam koleksi Kapas Tumpang Sari diciptakan menggunakan kapas yang pohonnya ditumbuhkan melalui metode tumpang sari, di mana pohon tersebut ditanam bersama 24 jenis tanaman lainnya. Butuh waktu 180 hari untuk memproduksi koleksi ini dengan skema farm-to-closet tersebut. Mulai dari menanam dan memanen kapas hingga proses menjahitnya menjadi pakaian.
Tentunya pakaian tersebut tak akan rampung tanpa keterlibatan para petani lokal dan pengrajin tradisional di setiap siklusnya. As we consider how much labour and love are involved in creating a single article of clothing, the way we see clothes becomes much more mindful. Melalui koleksi ini, SukkhaCitta mengundang kita untuk menerapkan ‘kesadaran dalam berpakaian’ di mana kita mengapresiasi setiap proses yang dilalui dari sepotong kapas menjadi sebuah karya busana.
Ide di balik koleksi Kapas Tumpang Sari adalah nostalgia masa kecil dan kebijaksanaan yang diturunkan dari nenek moyang. Anastasia Setiobudi sang desainer menjelaskan pada kami bagaimana kreasi-kreasinya dalam koleksi ini mengingatkannya pada pakaian yang dikenakan oleh ibu, nenek, dan kakeknya.
Melalui nostalgia tersebut, ia kemudian mengkreasikan sebuah gaun nona, atasan kebaya, hingga kemeja loose dengan keindahan dan kelembutan alami kapas lokal. A cycle of love and wisdom, interpreted in the poetry of clothing. “Harapannya, setiap piece dari koleksi ini dapat diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya, layaknya seperti kehangatan seorang nenek atau ibu dalam keluarga yang mewariskan tradisi dan kasih sayang,” ujar Anastasia.
Koleksi Kapas Tumpang Sari ini juga diperindah dengan detail-detail sarat makna. Dalam sebuah gaun nona, tanaman-tanaman yang ditumbuhkan bersama sang kapas dalam metode tersebut menampilkan dirinya sebagai handcrafted embroidery. Kemudian, sebuah tas mengambil inspirasi siluetnya dari biji kapas yang merekah. Koleksi ini juga dikreasikan tanpa proses pewarnaan, sehingga warna alami sang kapas dapat bercahaya dengan sepenuhnya.
Sebagai bagian dari peluncuran koleksi Kapas Tumpang Sari, SukkhaCitta menggelar sebuah pameran instalasi yang menyorot proses pembuatan pakaian serta kehangatan passion para petani dan pengrajin lokal yang terlibat di dalamnya. Di sana, Anda dapat melihat 24 hasil tanaman yang dipanen bersama dengan kapas yang digunakan, selain juga tahapan bagaimana biji kapas diubah menjadi kain yang kemudian menjadi pakaian.Pameran instalasi Kapas Tumpang Sari berlangsung di butik SukkhaCitta yang terletak di Ashta District 8.