Koleksi Kapsul Perdana Villaseñor untuk Bally Olah Referensi Cowboy

He twists it with his LA spirit.

 

Kedatangan Rhuigi Villaseñor sebagai creative director baru Bally membawa hembusan napas baru pada koleksi rumah mode tersebut. Hal ini bisa terlihat pada “Curling”, koleksi kapsul perdananya untuk brand tersebut setelah meluncurkan debut collection Spring/Summer 2023 di Milan beberapa waktu lalu. Nuansa sporty begitu terasa dalam koleksi ini, namun tetap mengacu pada heritage rumah mode

Inspirasinya adalah olahraga curling yang dalam sejarahnya tiba di Swiss – negara asal Bally – pada akhir abad ke-19. Kini curling menjadi salah satu kegiatan musim dingin favorit di sana dan Bally telah menorehkan sejarahnya terkait olahraga tersebut lewat kreasi Curling Boot yang dikenakan tim Olimpiade Swiss pada tahun 1956 di Cortina d’Ampezzo. Seiring berjalannya waktu, jenis sepatu dengan gaya après-ski, cocooning rubber sole, dan berkteknologi Arctic Grip tersebut berkembang hingga dapat dikenakan dalam ragam kesempatan.

Pada koleksi kapsul untuk musim dingin terbaru Bally, inspirasi tersebut dipertemukan oleh sang creative director dengan tradisi Alpine Swiss yang bergaya cowboy. Hal ini kemudian di-twist dengan spirit American West sesuai dengan akar personal Villaseñor yang berasal dari LA. Konsep ini termanifestasi menjadi dialog trans-antlantik perihal desain dan material koleksi. Motif-motif pendakian gunung yang nostalgis disandingkan dengan bahan nuansa retro seperti cashmere, shearling, dan suede.

Tawaran-tawaran untuk musim transisi hingga musim dingin hadir dalam palet earthy autumnal hingga icy pastels. Feel kasual mendominasi pieces yang dikreasikan sebagaimana terlihat pada roll neck swaters, jogging pants, cashmere hoodies, sweater vests, dan leg warmers. Koleksi ini semakin kaya dengan collegiate prints dan embroideries terinspirasi Swiss hasil kerjasama dengan brand St. Moritz serta grafis archival Bally.

Bally Curling Boot yang menjadi acuan substansial pada koleksi ini pun mendapat ragam treatment untuk bisa Anda pilih. Interpretasinya hadir dalam rupa thigh-high boots hingga shearling slides yang didekorasi Western motifs sehingga menyerupai cowboy boots. Ada pula yang memiliki pad dan lace dengan kehadiran drawstrings layaknya hybrid curling snow boot. Materialnya bervariasi dari waterproof nubuck hingga rubberized leather yang tentunya dipasangkan dengan sol Arctic Grip untuk aspek fungsional di cuaca dingin.

Turut melengkapi koleksi ini ialah kehadiran aksesori yang bold yang mencakup cowboy hat dengan shearling, baseball cap bahan soft wool dan suede, cocooning jacquard blankets beraksen leather, hingga pom pom beanies, dan “Switzerland” football scarves. Koleksi “Curling” ini divisualisasikan lewat lensa kamera menjadi sebuah film pendek berjudul “Curl Curl Baby” yang menampilkan pertandingan curling berlatar pemandangan kota St. Moritz, Swiss.