Koleksi Jacqueline Loekito 21/22 Kunjungi Imajinasi Anak-anak

A meeting of genderless fashion and childhood moments. 

 

Fashion is a way of communication.” ujar desainer Jacqueline Loekito. Untuk koleksi 21/22-nya yang berjudul ‘Avina’, ia mengkomunikasikan imajinasi dunia anak-anak. Koleksi ini dibuat dengan kolaborasi bersama seniman Swiss, Tobias Gutmann. Terinspirasi dari anak mereka masing-masing, Aviel dan Mina, koleksi Jacqueline Loekito x Tobias Gutmann ini merujuk pada memori akan dongeng malam dan kecintaan akan childhood wonders.

Motif serangga dan buaya menghiasi kain cotton dan silk, kemudian palet pelangi menunjukkan simbol inklusivitas yang menyambut baik semua orang ke dunia mode. Bahan dari bed cover atau sarung bantal diolah ulang menjadi Daster dress. Rancangan-rancangan Jacqueline di sini tetap mengusung konsep genderless, seperti koleksi-koleksinya sebelumnya.

Karakter utama dari kreasi-kreasi Jacqueline yang menekankan artistic genderless fashion merupakan buah dari visi Jacqueline tentang sebuah dunia tanpa batas antara busana laki-laki dan perempuan. Contohnya adalah tailoring yang tegas bertemu dengan siluet flattering, kemudian diisi dengan palet yang mengekspresikan sisi maskulin dan feminin.

Lahir dari pasangan Inggris-Indonesia, Jacqueline mendirikan label yang menyandang namanya setelah lulus dari University of Creative Arts. Seusai melanjutkan pendidikan masternya di Institute of Fashion Design FHNW HGK, Jacqueline sekarang berbasis di Basel dan memiliki misi untuk membuat Swiss menjadi lebih berwarna melalui label Jacqueline Loekito. Karya-karya Jacqueline telah dimuat di berbagai publikasi Eropa, seperti Vogue Italy dan Vogue Germany.