The designer known as China’s Coco Chanel.
It was the first Monday of May in 2015. Tahun itu, Met Gala mengusung tema “China: Through the Looking Glass” untuk pameran tahunannya. We vividly remember that everyone was talking about Rihanna’s look at that year’s ball. Ia hadir mengenakan sebuah gaun mewah berwarna kuning dengan aksen bulu. Dihias penuh dengan embroidery berkilau, ekor dari gaun tersebut mengalir dengan indah di atas tangga Metropolitan Museum of Art, menunjukkan kemegahannya di depan kamera dan media. Perancang dari gaun tersebut adalah Guo Pei, seorang couturier dari Cina (RRC).

Lahir di tahun 1967, Guo Pei telah menunjukkan minat dalam fashion design sejak usia dini. Ia menempuh pendidikan di Beijing School of Industrial Fashion Design dan lulus di tahun 1986. Guo Pei memulai karirnya sebagai perancang di industri tekstil Cina setelah kelulusannya. Pada tahun 1997, ia membuka label dan ateliernya sendiri, Rose Studio, di 798 Art District, Beijing.
Di Cina, Guo Pei dikenal sebagai perancang untuk hosts dan penampil di New Year’s Gala dari stasiun TV CCTV. Pada Olimpiade Beijing di tahun 2008, Guo Pei merancang kostum-kostum yang digunakan di upacara kemenangan para atlet serta gaun yang dikenakan penyanyi Song Zuying ketika ia tampil di closing gala acara tersebut. Banyak selebriti Cina telah mengenakan karya-karya Guo Pei, seperti Zhang Ziyi dan Fan Bing Bing.

Having Rihanna wear her creation at the Met Gala marks a milestone in Guo Pei’s career and international trajectory. Di tahun yang sama dengan penampilan sang penyanyi di tangga Met Museum dalam gaun kuning legendaris itu, sang perancang menjadi anggota terundang dari Chambre Syndicale de la Haute Couture. Dengan keanggotaan tersebut, ia dapat mempresentasikan koleksinya di Haute Couture Week. Pada tahun 2016, Guo Pei dinamakan sebagai salah satu dari “100 Most Influential People” menurut majalah Time.
Visi desain Guo Pei bermain dengan konsep dualitas dari “lost glory” dan “the essence of luxury”. Sejarah kaya negeri Cina selama 4.000 tahun terakhir menjadi sumber inspirasinya. Warisan budaya tersebut ia gabungkan dengan gaya-gaya dari Barat dan kerumitan indah pada detail-detailnya. Sebagai contoh, salah satu kreasinya membutuhkan waktu 50 ribu jam untuk dikaryakan. Kreasi tersebut adalah sebuah gaun emas dengan panel-panel berhias sulaman bunga teratai – simbol kemurnian dan harmoni.

“When designers create luxury products, it is the love that gives them life. That is why they have life. They [also carry] emotions and love. Their existence can traverse the limit of time.” ujar Guo Pei dalam sebuah Master Class di ESSEC Executive Education.