Kenzo Takada is Back with Luxury Homeware Collection

Mixing Japanese culture and modern approach.

 

Usia tak bisa membendung kreativitas seseorang. Jiwa dinamis hidup pada diri seorang Kenzo Takada, pendiri brand Kenzo yang telah ia tinggalkan sejak tahun 1999. Di usianya yang ke-80 tahun, Kenzo mewujudkan ekspresi kreativitasnya dengan merilis K  (dibaca K3), sebuah luxury homeware and lifestyle brand yang dibentuk bersama Jonathan Bouchet Manheim dan Engelbert Honorat. Pada brand ini, Kenzo menggabungkan warisan budaya asalnya, Jepang, bersama nuansa modern yang terlihat mulai dari penggunaan huruf kanji pada logo yang berarti ‘3’. Pun demikian dengan koleksi dekorasi interior yang dirilis. Tak hanya berkesan eklektik, nuansa mewah turut hadir berkat aplikasi motif hingga intricate treatment yang membutuhkan proses pengerjaan khusus bekerjasama dengan partner manufaktur di Italia, Prancis dan Amerika Serikat.

Selain dikembangkan oleh tim inti yang terdiri dari tiga orang, hadirnya tiga tema dekorasi di debut brand ini juga meradiasi filosofi dibalik penamaannya. Kenzo mengelompokkan nuansa dekorasi interior berdasarkan interpretasi dekor dan motifnya. Nuansa natural dapat dilihat di tema Sakura yang terwujud pada kreasi bed-sheets, set kursi meja, dan karpet bermotif floral yang tampil mewah dalam kombinasi palet pastel dan emas. Ada pula kesan vibran dalam tema Maiko lewat palet warna cerah dan motif megah yang hadir dalam rupa sofa bermotif patchwork bunga Krisan dan stripes bersama cushion senada. Sementara tema Shogun mengedepankan nuansa modern dengan palet hitam-putih beserta aksen grafis nan sophisticated.

Eksplorasi eklektik akan direksi debut koleksi K  juga menampilkan teknik Kintsugi, teknik reparasi pot khas Jepang, yang diaplikasikan Kenzo pada pembuatan produk-produk keramik di brand tersebut. Teknik tersebut ialah teknik mengisi bagian retak keramik dengan gold lacquer. Koleksi-koleksi homeware K direncanakan akan dirilis secara tahunan dan dijual di seluruh dunia.