A crafty collection in modern day coolness.
Bridge-building perspective dari Maison Kenzo terus dimanifestasikan oleh Nigo dalam ekspresi cool nan eksperimental khas sang Creative Director. Sudut pandang desainer Jepang yang berkecimpung di realita mode Paris kali ini menjalin arsip-arsip Kenzo Takada dengan spirit sang fashion capital. Kenzo Spring/Summer 2025 menampilkan rangkaian womenswear dan menswear berhias archival motifs dalam warna-warna vibran layaknya kertas origamsi dengan siluet, kontruksi, serta teknik desain yang eksploratif.
Siluet-siluet busana perempuan dirancang bergaris relaks dalam konstruksi sophisticated namun effortless. Draped scarf dresses dalam material kasuak dan aksen fringe menjadi salah satu pencuri spotlight pada koleksi ini. Begitupun dengan contrast-colour wrap dresses maupun rok dan atasan adaptasi obi. Kreasi-kreasi denim jadi lebih sensual lewat inspirasi hanjuban, yakni kimono undergarments. Sementara outerwear dengan lengan kimono meradiasi nuansa elegan sebagaimana rancangan-rancangan crocheted evening dresses.

Untuk busana laki-laki, pendekatannya diarahkan pada garmen-garmen keseharian yang dibidik dari East-West sensibility. Hal ini mewujud pada sporty outerwear dengan garis-garis oriental, relaxed four-button tailoring, serta siluet-siluet dari baju-baju nelayan. Tobi-shoku yang dikenakan pekerja scaffolder di Jepang menjadi inspirasi bagi desain baggy satin trousers pada koleksi ini. Elemen inspirasi historis Jepang datang dalam rupa Kenzo Weave Pattern abu-abu dan biru yang diambil dari Hikeshi banten fireman’s jackets. Pola tersebut terlihat pada tailoring wool jacquards, bleached denim dan prints di nylon.
Koleksi ini menjadi kali kedua bagi seniman grafis asal Jepang, Verdy, untuk mengaplikasikan animasi khasnya pada busana-busana Kenzo. Grafis Kenzo ciptaan teman lama Nigo itu hadir sebagai tapestry jacquard di jaket-jaket, line embroidery pada denim workwear, chain-stitch dari varsity jackets, juga sequins dan bead motifs untuk workwear. Nuansa crafty ini berlanjut pada Kenzo Peonies yang ditemukan dalam rupa jacquards, heat-imprinted di coats bahan nylon cloqué, laser-burning pada overdyed denim, maupun trippy warp prints untuk nylon. Sementara Kenzo Jungle Flowers menghias material mesh, crinkled polyester, fluid viscose, dan cotton linen.

Visual treatment lain yang disematkan pada kreasi-kreasi koleksi ini adalah Kenzo Paris Jungle. Terinspirasi ink-wash paintings tradisional dari arsip, gambar Kenzo Paris Jungle menceritakan kota tersebut dikuasai oleh alam, di mana Menara Eiffel dikelilingi capung dan macan. Scene ini terealisasi dalam bentuk superfine loop-back embroidery pada crêpe wool dresses serta intarsia knitwear. Masih dalam tema alam, print hutan bambu warna ungu, hijau, dan lime yang disebut Kenzo Chiku-rin Camo terekspresikan pada satin workwear, technical nylon outerwear, linen denim ataupun tailoring jacquards dari kimono-inspired workwear.
Referensi kehidupan penjaring ikan kembali hadir pada fishing bags yang dibuat dari cotton drill aksen hand-netting overlaid, baik itu yang berjenis shopper, crossbody, maupun evening bag warna kuning, merah, khaki atau hitam. Sebuah backpack dengan shoulder straps sebagai pengencang merupakan hasil interpretasi modern akan knapsack tradisional zaman Edo. Eksplorasi Kenzo akan tradisi Jepang juga ditemukan pada kreasi tas 25 bahan crackled leather yang inspirasinya furoshiki folding. Selain tas, beberapa alas kaki koleksi ini pun dibuat berdasar referensi tradisional Jepang. Contohnya loafers dengan collapsible heels terinspirasi sepatu nelayan jepang. Bematerial soft leathers, sepatu ini memiliki uppers dari Kenzo weave tiga dimensi.

Konsep footwear sangat menarik dikoleksi ini adalah Jojo, dua sandal hasil dialog kreatif dengan heritage artisan Gion Naito dari Kyoto. Sandal tersebut adalah versi kasual dari sepatu formal tradisional yang dikenakan sebagai padanan kimono. Kreasi dalam versi voluminous juga narrow ini dadir dengan cork maetsubo centre straps dan rubber thongs pada rubber-coated cork soles. Melengkapi koleksi ini adalah emblematic trainer Kenzo-Pace II yang sangat ringan, mules perempuan dalam soft patent leather, serta hybrid boat shoe kombinasi desert boot. Sense of fashion nuansa streetstyle semakin utuh dengan aksesori military caps dengan ukuran agak besar bermotif pattern koleksi ini, double-visor baseball caps, sunglasses siluet Windsor minimalis, beserta aviators dengan superimposed lenses.