Kenzo Fall/Winter 2024, Siluet Kultural Jepang Bertemu Attitude Modern

From the Occident to the Orient.

 

Occident yang merujuk pada dunia Barat dan Orient di sisi Timur menjadi dua elemen yang Nigo pakai untuk mengembangkan koleksi Kenzo Fall/Winter 2024. Sang artistic director menganalogikan proses penciptaan desain-desainya seperti sutradara George Lucas yang mengambil referensi pada karya-karya sutradara Akira Kurosawa untuk membuat Star Wars. Like the show notes explained, the collection shows “the Maison’s new elegance established by Artistic Director Nigo through a study of cross-cultural exchange.

Napas Japanese sartorial culture begitu terlihat pada desain koleksi ini. Hal tersebut lantas dipertemukan dengan aspek-aspek dari sci-fi juga Western sensibility. Contohnya kimono coat yang dirancang dengan garis-garis warrior cape. Konstruksi kimono pada ragam pieces direkontekstualisasi dalam quilted nylon, denim, juga bahan-bahan shirting dan tailoring. Gakuran suits dibangun dengan technical wools dan denim dalam warna merah, hitam, serta khaki. Western utility dan military wardrobe mewujud pada flight jackets, cargo suits, dan shearling jackets yang bersapu fantasy feel.

Untuk busana-busana perempuan, siluetnya mengadaptasi elongated line ala rumah mode Kenzo. Hal ini diterapkan pada kreasi bentuk body-conscious maupun yang lebih loose. Komposisi twin-set menjadi basis dari variasi-variasi suits membentuk pinggang dengan aksen judo belts. Rancangan-rancangan tailoring yang menyajikan peleburan Eastern dan Western hadir bersama nuansa crafty yang terasa di berbagai kreasi lewat plissé soleil, mulai dari tops, skirts, hingga dresses. Sementara cargo pieces dibuat dalam cutting yang elegan.

Bukan hanya pada aspek konstruksi, elemen motif pada rangkaian musim gugur dan dingin ini pun mengadopsi unsur-unsur budaya Jepang. Salah satunya adalah dot pattern Edo Komon yang lazim ditemukan pada kimono era Edo. Pada koleksi ini, motif tersebut diadaptasi menjadi beading atau sashiko embroidery. Treatment serupa juga diaplikasikan pada inspirasi karakusa – motif kuno pada Japanese furoshiki wrapping cloth – yang diolah menjadi motif Kenzo Margueritte dalam rupa print dan beading. Sementara Kenzo Weave patterns yang merujuk pada Japanese hakeshi baten fireman’s jackets hadir di kreasi-kreasi berbahan nylon, jacquards, dan denim.

Rangkaian tas tampil konsisten meradiasi tema Negeri Sakura. Hadir di koleksi ini tas Kenzo Furoshiki bahan calf leather dan soft suede yang terinspirasi teknik wrapping dan knotting tradisional furoshiki. Small satchel Kenzo Sakura dari material ponyskin dan suede memetik ide dari ribbon patchwork Kenzo Takada. Untuk laki-laki, brand ini menyuguhkan Kenzo Discover yang futuristic. Variannya adalah jacket bags, one-strap backpacks, regular backpack, logo bag, dan messenger bag.