Kekayaan Arsip Cartier Lahirkan Kreasi dalam Interpretasi Unik

Our three selections.

 

Berdiri sejak tahun 1847, Cartier memiliki kekayaan arsip dalam hal kreasi jam tangan. Hal ini menjadi pijakan untuk menginterpretasi ulang desain-desain jam tangannya terdahulu dalam versi terkini bersentuhan understated elegance.

Salah satunya adalah seri Privé yang terinspirasi dari Cartier Tortue Watch kelahiran tahun 1912 silam. Tortue Watch merupakan wujud visi akan dialog antara curves dan taut lines. Interpretasi terbarunya adalah Tortue Monopoussoir Chronograph. Dibekali dengan calibre Manufacture 1928 MC, jam tangan ini hadir dengan komplikasi single-button chronograph. Keseluruhan area dial jam chronograph teramping dari Cartier ini didedikasikan untuk dua counters. Fungsi start, stop, dan reset diakomodasi oleh single push-button yang terintegrasi pada crown.

Arsip lain yang menjadi inspirasi berasal dari tahun 1904 yang melibatkan sosok bapak aviasi Alberto Santos-Dumont dan founder Louis Cartier.  Di perilisan terbaru, jam tangan Santos-Dumont hadir dalam konsep Rewind Watch. Tampilan carnelian dial kreasi ini dibubuhi angka Romawi berdesain counter-clockwise. Hal ini dimungkinkan berkat kerja manual winding Calibre 230 MC yang bergerak secara backwards.

Among all Cartier’s creations this year, the new Reflection de Cartier is our most favourite. Jam tangan di ranah feminin ini memiliki desain bangle-cuff hybrid yang kontemporer. Untuk pemakaian daily, Anda bisa memilih varian plain yellow gold atau plain rose gold. Memanfaatkan quartz movement, atraksi utama kreasi ini adalah keberadaan dial jam di sisi dalam gelang dan berhadapan dengan refleksinya yang menciptakan ilusi backwards time-telling. Jika ingin yang lebih dressy, tersedia tiga varian yang dihias dengan batu-batu permata, mulai dari diamond, chrysoprases, obsidian, emeralds, Paraiba tourmalines, hingga opal dan amethyst.