It comes in three forms of fragrance.
Sejak diperkenalkan di tahun 2010, Bleu de Chanel telah menjadi wewangian yang mendefinisikan maskulinitas dan tidak terikat konsep-konsep konvensional. Sebuah simbol dari laki-laki yang tak takut untuk menunjukkan sisi sensitift, seorang yang percaya diri dan berkharisma.
Terdapat tiga komposisi berbeda untuk Bleu de Chanel. Yang pertama adalah Eau de Toilette yang diformulasikan oleh Jacques Polge di tahun 2010. Di produk itu, ia bereksperimen dengan paradoks, mengkombinasikan citrus dengan aromatic accord dari cedar dan New Caledonian sandalwood. Selanjutnya, Bleu de Chanel versi Eau de Parfum dirilis pada tahun 2014. Jacques Polge mengangkat kesegaran dari vetiver dan sisi sensual dari cedar dan amber. Bab baru dari Bleu de Chanel datang di tahun 2018 dengan introduksi Bleu de Chanel Parfum. With a powerful depth and limitless sophistication, its alluring mysterious aura expands even more.
Kontras antara ketiga komposisi ini juga terpancar melalui botolnya. Berawal dari sebuah shade of blue yang mendekati hitam, botolnya bagaikan sebuah lampu neon di kegelapan malam untuk versi Eau de Toilette-nya. Tampil lebih metalik untuk Eau de Parfum, botol wewangian ini tampak makin intens untuk versi Parfum. Ketiga versi Bleu de Chanel tersedia di Indonesia, baik di butik Chanel maupun secara online via Chanel Home Delivery Service, sejak pertengahan Juni 2022.