The show time.
Ajang Watches & Wonders yang telah rampung beberapa waktu lalu menyingkap berbagai kreasi jam tangan unggulan dari ragam brand. The brightest among all: Freak One by Ulysse Nardin. Kekuatan karakter dan keunikan timepiece ini, yang berasal dari teknikalitas nan sophisticated, menjadikannya sebagai sebuah treasure bernilai tinggi bagi para kolektor. It has no hands, no dial, no crown and the underlying mechanism that constructs it is fascinating.
Penciptaan Freak One didasarkan pada konsep original Freak yang rilis perdana pada tahun 2001. Kreasi itu dibuat oleh Rolf Schnyder dan Ludwig Oechslin. Dengan hasil jam tangan tanpa dial, hands, juga crown, Schnyder pun merasa bahwa tak ada nama lain yang cocok selain dari “Freak”. Tak hanya memiliki mekanisme kerja begitu menarik, Freak edisi pertama juga mencetak milestone dalam sejarah pengembangan timepiece lewat penggunaan silicon escapement. Sebagai pioner pemanfaatan silicon escapement, Freak membuktikan keunggulan komponen itu yang low friction, high resistance, elastis, dan presisi.
Secara visual, intrikasi estetis timepiece dari Swiss maison yang berdiri sejak tahun 1846 ini hadir dengan injeksi elegansi. Rujukan-rujukan pada seri Freak sebelumnya membawa dinamika pada desainnya, seperti notched bezel dari edisi original 2001, open gear train pada Freak Cruiser 2013, legibility codes milik Freak Vision 2018, hingga black DLC-coated titanium dan rose gold detailing yang meresonansi Freak S tahun lalu. Freak One mengandalkan automatic movement yang bisa bekerja hingga 72 jam walau tanpa proses winding. Hal itu dikarenakan oleh teknologi paten The Grinder yang memungkinkan penuaian tenaga bahkan dari gerakan terkecil pergelangan tangan. Rotor jam tangan ini terhubung ke sebuah frame dengan 4 blades sehingga lebih produktif dan efisien – layaknya sepeda dengan 4 pedal.
Movement dari Freak One merupakan bagian terintegrasi sebuah Minute Bridge bersama dengan gear train, oversized silicon oscillator, dan orbital 60-minute flying carrousel tourbillon – dengan escapement berlapis DIAMonSIL. Minute Bridge bergerak circular layaknya fungsi minute hands atau untuk menunjukkan menit. Untuk penunjuk jamnya adalah sebuah V-shaped pointer (with Super-LumiNova) yang menempel pada sebuah rotating disc. Elemen yang rotasi penuhnya terjadi setiap 12 jam ini merupakan black sunray-engraved barrel cover yang berada di bawah movement. Remember this barrel cover is not a dial (it’s dial-less watch).
Mekanisme untuk adjustment ataupun winding dari jam tangan ini juga captivating. Tanpa kehadiran crown, sistem time-setting dari kreasi horologi ini terintegrasi pada bezel. Sistem pengaturan waktu dapat dilakukan saat locker (bertuliskan FREAK) di posisi angka 6 dalam kondisi terangkat. Setelahnya tekan kembali locker ke bawah sehingga pengaturannya fixed dan tak dapat terganggu. Jika sudah siap, Anda pun bisa tampil menawan dengan kerumitan craftsmanship nan intricate di pergelangan tangan. Rubber strap dari horology piece ini dibuat oleh manufaktur Swiss BIWI dengan memanfaatkan 30% recycled production waste. This comfy and ergonomics strap is also water resistant.
Verdict: Freak One by Ulysse Nardin is the collector’s must have.