A continuous exploration of Indonesian tradition.
Kekayaan budaya Indonesia tak pernah berhenti memberi inspirasi bagi Denny Wirawan dalam merancang. Untuk edisi Raya, desainer yang mendirikan eponymous label sejak 1996 ini menyajikan 30 looks kreasi womenswear dan menswear dalam inspirasi songket Palembang berpadu romantisme akan kenangan dan cerita dari silih ganti musim.
Keindahan wastra Palembang pada koleksi bertajuk “Semusim” ini diterjemahkan dalam rupa print di atas bahan chiffon, organdi, satin, dan shantung polyester. Penggunaan motif tenun sebagai print pada busana sesungguhnya bukan sesuatu yang baru. Akan tetapi, Denny Wirawan berhasil menciptakan sebuah sartorial surprise dengan mencetak motif tersebut pada kain berefek terawang. Hal ini mengaksentuasi keanggunan looks yang disajikan dalam formulasi loose, seperti adaptasi kaftan. It’s also about the colour palette di mana sang desainer memilih tone yang teduh di mata, baik bernuansa lebih muted maupun pastel.

Bahan-bahan dengan warna lebih solid menampilkan motif bunga sebagai representasi tema musim. Pada beberapa kreasi lain, objek alam tersebut hadir lebih statement dalam rupa embroideries pada rancangan berbahan satin organza, Thai silk, serta shantung silk. Menjadi bagian cukup signifikan pada koleksi ini ialah rupa-rupa atasan berwarna putih yang tampak penuh romansa lewat bordir juga renda. Masing-masingnya dipadankan dengan selendang senada; sebuah rangkaian yang sangat meresonansi vibe hari raya. Kreasi-kreasi tersebut dipasangkan dengan rok sarung hingga cigareyye pants berhias print songket Bali.
Pada acara yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation tersebut, tiap tampilan yang dibawakan model dipermanis dengan koleksi aksesori Tulola. Kesempatan ini sekaligus menjadi ajang bagi label tersebut untuk memperkenalkan rangkaian kreasi terbarunya yang dibuat juga dilapis dengan material sterling silver.
Koleksi perhiasan Tulola dibuat secara handmade oleh tangan-tangan piawai para pengrajin di studio Tulola. Dalam pembuatannya masih diterapkan teknik-tenik seni perhiasan adilihung Nusantara. Melibatkan teknik gergajian dan teknik tatahan, kreasi-kreasi pada koleksi yang juga bertajuk “Semusim” ini dibentuk dan dirangkai dengan patri menggunakan bahan perak. “Kami mempunyai visi misi yang sama untuk melestarikan kedalaman tradisi lewat keindahan yang relevan pada perubahan zaman.” ungkap Happy Salma, founder Tulola, mengenai show kolaboratif dengan Denny Wirawan untuk koleksi terbaru.