KAWS WINTER, Sentuhan Neo Pop Art dalam Koleksi UNIQLO

Created by the brand’s first Artist in Residence.

 

Ada sebuah sudut menarik pada pameran “KAWS + Warhol” persembahan UNIQLO yang rampung digelar di The Warhol Museum, Amerika Serikat, hingga awal tahun 2025 silam. Seperti terlihat di unggahan Instagram museum tersebut, dua lukisan replika desain Kaws untuk kemasan produk cereal General Mills terpajang di depan tumpukan kotak aslinya. Di hadapan lukisan itu adalah karya-karya Andy Warhol nan ikonis, seperti imitasi kotak soap pads Brillo.

Karya-karya Brian Donnelly – nama asli Kaws – memang punya pertalian ideologis yang erat dengan artworks Warhol; yakni pendobrakan definisi seni melalui olah artistik yang mereferensi produk-produk keseharian. Saat “Brillo Boxes” (1964) ciptaan Warhol hadir sebagai tiruan persis dari kemasan soap pads tersebut, perdebatan muncul tentang apa sesungguhnya esensi karya seni. Pertanyaannya adalah apa yang membuat kotak buatan Warhol tergolong sebagai karya seni, sedangkan kotak asli produk itu tak dianggap seni, meskipun keduanya memiliki desain yang sama persis?

Teori-teori filsafat posmodern berupaya menjawab pertanyaan tersebut dengan ragam perspektif. Benang merahnya ialah bahwa seni pasca era modernisme tak lagi terkungkung pada batasan-batasan polarisasi antara high art dan lowbrow creativity. Pop Art ala Warhol membawa objek-objek budaya populer ke dalam sebuah interpretasi artistik di mana wujud-wujud karyanya menjadi bentuk perayaan atas estetika kultur masyarakat kontemporer sekaligus refleksi kritis akan situasi budaya kekinian tersebut.

Kaws, yang oleh para art theorists dikategorikan sebagai seniman neo pop art, membawa lebih jauh semangat pop art ke dalam medium yang lebih luas dan beragam. This includes all the collaborations he’s been making with commercial brands. Bila Warhol membuat karya seni yang desainnya meniru objek keseharian, Kaws di sisi lain menggarap objek keseharian sebagai platform seni itu sendiri. Entah itu kemasan cereal seperti yang disebut di awal, atau yang terbaru ialah koleksinya dengan UNIQLO.

KAWS WINTER, koleksi rajutan spesial hasil kolaborasi dengan Artist in Residence pertama UNIQLO itu menampilkan desain khas KAWS, seperti motif “XX” dan karakter ikonik COMPANION. koleksi ini dirancang dengan keunggulan LifeWear yang menekankan pada kenyamanan dan desain serbaguna. Memiliki palet merah, hijau, dan emas khas musim dingin yang mebawa kesan warmth and reflectionI, koleksi rajutan KAWS WINTER menggunakan kasmir yang dikenal akan kelembutannya, serta lambswool dengan tekstur hangat alami.

Selain sweater rajut, koleksi ini juga mencakup beanie dan sarung tangan HEATTECH beraksen “XX” hingga syal dua warna. Untuk anak-anak, tersedia pieces dari bahan Souffle Yarn yang lembut dan ringan. Koleksi anak-anak juga menghadirkan topi rajut, sarung tangan, dan neck warmer yang mudah dipadupadankan. Tersedia mulai 21 November 2025, KAWS WINTER bisa diperoleh di Lotte Shopping Avenue, Grand Indonesia, Pondok Indah Mall 1, Pondok Indah Mall 3, Senayan City, dan beberapa store lainnya. Selain itu, seluruh koleksi juga tersedia secara online melalui UNIQLO App dan situs resmi www.uniqlo.com.