Addressing the issue of plastic waste.
Bukan hal baru bagi L’Occitane untuk peduli terhadap lingkungan. Recycling sudah dilakukan brand asal Prancis ini sejak tahun 1976 melalui return system untuk botol kaca produknya. Komitmen tersebut terus dipertahankan hingga kini lewat ragam program dan sponsorship. Salah satunya adalah dukungan terhadap Plastic Odyssey, sebuah organisasi yang berlayar ke seluruh dunia untuk melawan problem sampah.
Kapal Plastic Odyssey dengan panjang 40 meter melintas ke perairan Nusantara pada tahun 2024 ini. Sebagian bagian dari misinya di Asia Tenggara, kapal tersebut memasuki kota Ambon pada Juni lalu. Perjalanannya berlanjut ke Kendari, Labuan Bajo, Bali, Surabaya, dan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 22-27 Juli.
Pendiri Plastic Odyssey, Simon Bernard, saat memberikan keterangan di Jakarta mengatakan ia dan organisasinya percaya bahwa lewat inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, perubahan positif dalam isu lingkungan bisa dicapai. Usai berkegiatan di Indonesia, ekspedisi Plastic Odyssey berlanjut ke Singapura, Kamboja, Vietnam, Hong Kong, Taiwan, dan Filipina.

Selama menjalankan misi lingkungan di Indonesia, organisasi dengan L’Occitane sebagai sponsor utama ini telah melakukan berbagai inisiatif lewat kolaborasi dengan pemerintah lokal, beberapa organisasi serta komunitas. Termasuk dalam aksi Plastic Odyssey di Indonesia adalah kerja sama dengan Waste4Change, Trash Hero, Sungai Watch, juga Ocean Kita dalam menguatkan waste management infrastructure.
Workshops di kapal bersama organisasi lokal dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah plastik secara efektif. Dengan kegiatan lokakarya itu diharapkan masyarakat terbekali dengan kemampuan mengatasi isu-isu limbah. Tim ekspedisi juga akan menyerap dan berupaya mengembangkan sustainable practice yang sudah diterapkan masyarakat.
L’Occitane Indonesia sendiri turut mengundang beauty influencers, konsumen, dan pegawainya untuk datang ke kapal Plastic Odyssey yang singgah di Jakarta guna memahami lebih jauh soal permasalahan sampah plastik dan upaya penanggulangannya. Hal ini melengkapi upaya-upaya lain yang telah dilakukan L’Occitane untuk menjaga lingkungan. Contohnya berupa pengenalan produk eco-refill, ajakan kepada konsumen untuk mengembalikan wadah produk yang sudah kosong, dan dukungan bagi NoMad Plastic untuk memberi edukasi waste management di Indonesia.
Saat ini, L’Occitane memiliki 23 produk yang tersedia dalam format eco-refill yang menggunakan 85% lebih sedikit plastik dibanding kemasan botol original. Hingga kini, sistem refill tersebut berhasil mencegah penggunaan sekitar 200 ton plastik per tahun secara global. L’Occitane menargetkan untuk seutuhnya menggunakan botol dari 100% recycled plastic pada tahun 2025.