Seamlessly infusing batik into streetwear.
Sebuah bajaj yang melintasi runway sebagai pembuka show Lakon di JF3 jernih mengindikasikan bahwa ini adalah tentang jalanan Jakarta. Suara khas mesin sarana transportasi itu menghantar pada keluarnya model mengenakan shirtdress putih lengan pendek yang melapisi stripes shorts. Kali ini brand besutan Thresia Mareta itu bicara tentang streetwear.
Bila melihat ke belakang arsip-arsip Lakon dari sejak Creative Director Irsan menelurkan PakaianKoe, selalu bisa ditemukan items yang sesungguhnya bernapaskan street style. Bahkan pun pada koleksi Aradhana yang mengusung formalitas etnik nan high octane. Di dalam perjalanan Lakon, wastra dan sensibilitas perkembangan zaman selalu bersanding dan berpadu.
Oleh karenanya, ketika label yang hadir sejak 2018 ini secara khusus menyuguhkan serangkaian busana di bawah tema streetwear, fokus ulasan terhadapnya bukan lagi soal pembuktian kemampuan pengkreasian streetwear (it’s proven since day one of the brand). Yang perlu dicermati ialah bagaimana elemen-elemen keindonesiaan yang selalu diadvokasi brand ini – dengan showcase terhadap karya seorang artisan tradisional di tiap koleksi – didekati, diperlakukan, dan dikemas seturut tema streetwear.
Ada dua kemungkinan hasil dari hal tersebut. Pertama aspek kebudayaan Nusantara melebur sedemikian rupa dengan formula streetwear sehingga tak lagi terendus profil keindonesiaannya. Kedua adalah rupa kultural keindonesiaan tetap jelas terlihat namun telah diadaptasi dengan kode-kode desain streetwear. As a personal perspective, keduanya adalah hasil interaksi budaya yang baik bagi perkembangan budaya Indonesia, terkhusus bidang mode.
Dalam koleksi Pasar Malam, karya-karya yang disuguhkan Lakon tampak lebih dekat dengan kemungkinan pertama. Batik-batik Pekalongan karya Dudung Alisyahbana menyatu secara seamless lewat rupa-rupa busana, dari rok hingga outerwear modern baik untuk perempuan maupun laki-laki. Kreasi-kreasi itu menjadi bagian ensemble yang diisi oleh jaket model varsity, low neck tank top, hingga wide leg pants.
Secara keseluruhan, koleksi yang masing-masing items-nya mudah untuk dipadupadankan ini membawa motif garis serta warna biru dan putih sebagai key codes. Merupakan hasil observasi akan apa yang terjadi dalam keseharian di jalan, karya ketujuh Irsan untuk Lakon ini mengedepankan simplisitas desain yang relevan akan kebutuhan daily life. Despite that, what we really like from this collection turns out to be the more dramatic wrinkled long skirts with extravagant ruffles. A bold statement to wear on the street.