John Conceicao Ungkap Langkah Singapore Tourism Board di 2022

It’s the time to observe.

 

Geliat industri traveling mulai kembali meningkat seiring dengan melonggarnya restriksi terkait Covid-19 di berbagai negara. Tak terkecuali dengan negara tetangga, Singapura. Selain telah membolehkan pengunjung memasuki kawasannya tanpa karantina dan tes Covid-19 bila sudah fully vaccinated, negeri berikon Merlion itu juga sudah meluncurkan seperangkat perencanaan ke depan untuk terus membangkitkan iklim pariwisatanya. Beberapa waktu lalu di Jakarta, Singapore Tourism Board bukan hanya meluncurkan kampanye “SingapoReimagine” sebagai satu bentuk strategi peningkatan aktivitas turisme, tapi juga meresmikan kerjasama dengan dua perusahaan asal Indonesia, yakni Traveloka dan Trans Digital Media untuk memperkuat upaya revitalisasi industri traveling ke negaranya.

Dari catatan yang dipaparkan Singapore Tourism Board, meski kedatangan wisatawan internasional belum kembali ke level April 2019 dengan jumlah sekitar 1,6 juta pengunjung, jumlah kenaikan turis mancanegara mengalami kenaikan cukup menjanjikan dari Maret ke April 2022, yakni dari 121 ribu menjadi lebih dari 290 ribu pengunjung. Indonesia sendiri menyumbang urutan terbanyak ke-2 untuk volume turis ke Singapura dengan peningkatan dari sekitar 13 ribu pengunjung di Maret 2022 menjadi sekitar 58 ribu pengunjung pada April 2022. Mengamati tren ini, posibilitas terkait travel boom pun bisa terasa.

Mengenai hal tersebut, John Conceicao, Executive Director South East Asia of Singapore Tourism Board, kepada The Editors Club di sela acara peluncuran SingapoReimagine mengatakan “If you look at Indonesian example, Indonesian number is a very good indication of how travel will recover. So you see a huge jump once we do away with the quarantine and test. Yes, I think there would be a big boom in travel but there are few obstacles currently. I think in terms of the number of flights, we haven’t restored all the flights to a hundred percent of pre-2020 number. The issue of fuel prices for airlines could be a deterrence also.” Diungkap olehnya bahwa sebagian besar organisasi tourism di dunia memprediksi bahwa recovery ke level 2019 akan dicapai pada tahun 2025. Akan tetapi ia lebih optimis bahwa dengan melihat berbagai pihak saling bekerjasama, pemulihan optimal bisa terwujud pada 2024.

Untuk saat ini, Singapore Tourism Board menjadikan tahun 2022 sebagai tahun untuk mengobservasi situasi lebih lanjut. “I think my boss has been very good now, we have no target for 2022 only because the situation is not very stable yet. So 2022 will be a year where we will observe and wait for things to stabilize and when it stabilizes then we can possibly put a target for 2023. So the instruction given by our boss is just do your best of 2022,” ungkap John. Menjadi penopang dari upaya-upaya untuk menarik kedatangan wisatawan melalui ragam program tahun ini, seperti diungkapnya, pemerintah Singapura telah lebih dahulu menerapkan berbagai kebijakan untuk memperkuat sektor-sektor wisata dalam negeri. Salah satu contoh yang ia sebut adalah kampanye “SingapoRediscovers” yang berjalan selama sekitar 2 tahun dari 2020 dimana seluruh warga negara Singapura mendapat voucher 100 SGD untuk berwisata.

One of the biggest campaign that Singapore Tourism Board launched in Singapore was the SingapoRediscovers campaign. That is to get our locals to rediscover their own country. You know Singapore is small but there are a lot of things to do and the government gave every Singaporean 100 dollars voucher for them to use in our tourism establishments. That has been good and has helped our industry recover,” tutur John yang sekaligus menyebut contoh lain dukungan pemerintahnya adalah dalam hal pendapatan pekerja lokal bidang wisata yang di-cover hingga 75% selama hampir setahun di awal pandemi. Di samping semua usaha ini, ia menyatakan syukur melihat pelaku-pelaku usaha industri wisata di negaranya juga berjibaku untuk meningkatkan kualitas tawaran mereka. “A lot of the hotels did renovation to ensure that they were all prepared when the borders open again and a lot of government’s helps was given also for the renovation of hotels,” sebutnya.

Dengan upaya-upaya kesiapan dan promosi yang dilakukan, Singapura dengan tangan terbuka menyambut Anda untuk menikmati ragam atraksi dan aktivitas menarik untuk pelesir. Setelah melewati proses face scanning di bagian imigrasi (menggantikan pindai sidik jari sejak 2020), sudah banyak destinasi yang menantikan kehadiran Anda di Singapura. Beberapa di antaranya adalah gondola vertikal berputar SkyHelix Sentosa berpemandangan perairan, hotel taman Parkroyal Collection Marina Bay yang fokus pada wellness dan sustainability, restoran Prancis “Euphoria”, dan restoran bintang Michelin “Cloud Street”. Area Marvel Universe di Madame Tussauds Singapore juga Tropical Montane Orchidetum di National Orchid Garden patut pula masuk list Anda. Jangan lewatkan juga ajang F1 Singapore Grand Prix 2022 pada akhir September nanti.

We welcome whole range of visitors from Indonesia and the rest of the world. For the luxury sector, I think they are familiar where to go for the opportunities,” pungkas John Conceicao yang turut menambahkan bahwa akan tersedia layanan-layanan cruise juga yang bisa dinikmati oleh pecinta luxury travel.