Jelajah Dunia Parfum Louis Vuitton dalam “A Perfume Atlas”

An olfactory journey of LV’s fragrances.

 

If you consume luxury just for the sake of earning society’s acceptance or admiration, oh you’re missing out so much. Barang atau jasa di kategori luxury yang memiliki kualitas tinggi ditopang oleh berbagai hal berharga, entah itu sejarahnya, proses pembuatannya, material yang digunakan, inspirasi juga imajinasi di baliknya, dan berbagai hal menarik lain. Ketika Anda bisa memberi apresiasi lebih pada luxury goods atau luxury experience yang Anda nikmati, yakni dengan cara mencari tahu seluk beluknya, Anda akan mendapat pengetahuan-pengetahuan baru dan wawasan yang semakin luas tentang luxury value.

Are you using Louis Vuitton’s fragrances and want to know things about it? Go grab the Maison’s new book: “A Perfume Atlas”. Buku yang diorkestrasi oleh Master Perfumer Jacques Cavallier Belletrud tersebut mengajak Anda untuk berkeliling dunia ke tempat-tempat di mana raw material wewangian LV didapat. Mulai dari Rose de Mai di Grasse, oud Assam di Bangladesh hingga bergamot di Calabria. Proses panen bahan, ekstrasi, distilasi, hingga pencampuran yang bisa Anda ketahui dari buku ini disampaikan lewat kalimat-kalimat rangkaian penulis Lionel Paillès, gambar-gambar buatan ilustrator Aurore de la Morinerie, serta bidikan kamera fotografer Sébastien Zanella.

Merupakan wujud selebrasi atas high perfumery yang poetic dan scientific, buku tersebut memperlihatkan bagaimana sang master perfumer tanpa henti mengeksplorasi bumi untuk menciptakan kreasi-kreasi fragrance Louis Vuitton. Dipaparkan dalam buku ini bahwa bahan-bahan yang berhasil ditemui akan melewati proses refinement dan kemudian dibawa ke Les Fontaines Parfumées, workshop di mana Belletrud melakukan formulasi.

Buku “A Perfume Atlas” telah tersedia di seluruh butik Louis Vuitton. Buku ini juga tersedia dalam versi limited edition set di beberapa selected stores. Pada set ekslusif “A Perfume Atlas”, Anda akan mendapat 45 vials berisi hasil ekstrasi raw materials yang dipilih secara khusus oleh Jacques Cavallier Belletrud.