Jejak Lestari Sejauh Mata Memandang dan Adrian Gan

For the mother earth.

 

Bagi Chitra Subyakto, pendiri Sejauh Mata Memandang, pameran adalah ruang reflektif di mana ide dan kesadaran tumbuh bersama. Melalui pameran bertajuk “Dari Bumi, Untuk Bumi” yang berlangsung di Level 2 Plaza Indonesia, ia mengajak pengunjung mengenal proses dibalik penciptaan pakaian dimulai dari pemilihan serat, proses pewarnaan, hingga penyematan motif. Turut menjadi highlight utama di pameran tersebut adalah koleksi kolaborasi dengan Adrian Gan, yang sebelumnya diperkenalkan di Plaza Indonesia Fashion Week 2024.

Mengusung semangat merawat yang ada, menumbuhkan yang baru, pameran ini menampilkan informasi inovasi bahan ramah lingkungan seperti kapas organik, serat ramie, dan serat dari daun nanas. Demi merangkainya menjadi sebuah pakaian utuh, Sejauh Mata Memandang bekerjasama dengan artisan dan pengrajin lokal dari beragam lokasi di Indonesia. 

Berbagai informasi teknik pewarnaan dan pencetakan juga disuguhkan. Mulai dari batik tulis, cap, sablon tangan, hingga cetak digital. Semua pewarna yang digunakan berasal dari campuran tumbuhan alami dan bahan sintetis bersertifikasi Oeko-Tex, yang aman untuk dikenakan di kulit manusia juga mengusung keberlanjutan bagi alam.

Sementara itu, koleksi hasil kolaborasi Sejauh Mata Memandang dan Adrian Gan yang bertajuk “Antaratantrya” menjadi penanda pertama bagi sang couturier untuk merancang busana ready-to-wear yang inklusif dan memiliki spirit bertanggung jawab untuk lingkungan. Salah satu kreasinya yang menonjol adalah batik cap multi-fabric yang diolah menjadi crop top dengan aksen elongated tail, dipadukan dengan tailored trousers yang seduktif namun polished

Adapula inisiatif dari studio Mulih yang mengajak pengunjung untuk lebih bertanggung jawab terhadap pakaian mereka. Yakni melalui layanan perbaikan dan program daur ulang untuk pakaian berbahan katun dan linen. Pameran “Dari Bumi, Untuk Bumi” berlangsung hingga 31 Juli 2025.