Parisian sensibilities.
Didedikasikan untuk para perempuan yang membentuk masa depan, koleksi Dior Fall/Winter 2023 merupakan sebuah selebrasi legasi. To construct the future, one must look back to the past. Dalam konteks koleksi ini, Dior melihat ke tahun 1950-an dan tren mode pada masa tersebut.
Kemudian, muncul tiga sosok muse sempurna untuk koleksi ini: Catherine Dior, Édith Piaf and Juliette Gréco. Masing-masing dari mereka merupakan ikon perempuan independen yang menentukan takdir mereka sendiri di Paris pada era tersebut.
This season’s collection was a love letter to the city of lights and the women who made their mark there. Dalam karakter yang feminin, muncul elemen-elemen rebellious. Ada kekuatan, tetapi juga ada kelembutan. Lirik ‘Je Ne Regrette Rien’ dari lagu Édith Piaf tertulis di sebuah t-shirt.
Benang metalik ditenun ke kain, memberikannya efek abstrak dan kilauan. Motif bunga kreasi Monsieur Dior diambil dari archive sang rumah mode dan diinterpretasikan kembali sebagai gaun, rok, dan jubah panjang.
Peta kota Paris menjelma menjadi sebuah print. Untuk paletnya, jewel tones seperti ruby, topaz, emerald, dan sapphire memberi sentuhan warna pada koleksi yang didominasi oleh warna hitam.
Bila pakaian adalah representasi dari cara pikir kita, koleksi ini menyampaikan pesan yang ingin disampaikan oleh Catherine Dior, Édith Piaf and Juliette Gréco versi kontemporer. The clothes are elegant, strong, romantic, yet practical and wearable.