The new headquarters, home to a curated exhibition space.
Di Rue de l’Université, salah satu jalan paling bersejarah di Paris, Roger Vivier menempati kantor pusat barunya dengan interior yang memadukan warisan dan desain kontemporer. Bangunan megah yang kini menjadi Maison Vivier dirancang oleh arsitek Jacques Gilet de la Fontaine pada tahun 1729. Pada tahun 1815, pemerintah Prancis mengambil alih kepemilikannya dan dimodernisasi oleh François Avignon dengan menambahkan kapel bawah tanah. Di sinilah jejak sang shoemaker maestro ditampilkan kepada publik. Dari merancang sepatu untuk rumah mode Dior dan Yves Saint Laurent hingga menciptakan desain sepatu koronasi Ratu Elizabeth II.
Editor-in-Chief The Editors Club memenuhi undangan untuk mengunjungi Maison Vivier di periode Paris Fashion Week. Ketika masuk, tampak tangga besar menyambut. Lantai dasar dari bangunan seluas hampir 140 meter persegi ini difungsikan bagi kantor Creative Director Gherardo Felloni dan longtime brand ambassador Inès de la Fressange, space pameran Salon de l’Héritage, dan ruang resepsi Salon Vivier.
Ruang kerja direktur kreatif Gherardo Felloni tampil eklektik dari perpaduan warna hijau dan pink. Sentuhan personalnya hadir dari potret anjing dari abad ke-18 hingga ukiran seni pahat bertemakan lebah. Di Le Salon de l’Héritage, pengunjung dapat menelusuri perjalanan kreatif Roger Vivier dari era 1950-an hingga 1990-an berdampingan dengan potret para muse. Display tersebut berdampingan dengan furnitur vintage, rak baja Xavier Feal, kursi Barcelona karya Mies van der Rohe, serta karpet “Labyrinth” karya Vincent Darré yang penataannya dikurasi oleh Inès de La Fressange.

Le Salon Vivier memajang elemen interior historis seperti Kursi Regency beludru abad ke-18 dan bangku Raja Louis XVI. Pada dindingnya terpajang lukisan Faune Pochoir karya Picasso dan lukisan cat minyak Eric Schmidtt bersama lemari Tiongkok yang pernah dimiliki oleh Hubert de Givenchy.
Ruangan yang mencerminkan treasure adalah La Salle des Archives – dulunya adalah basement chapel. Ruangan ini dapat diakses publik dengan lebih dari 1.000 karya arsip yang memorable. Penyimpanannya pun memiliki standar museum dengan penjagaan suhu 20 derajat celcius dan kelembapan 50%. Terdapat prototipe sepatu unik dari tahun 1962 untuk Putri Soraya hingga kreasi ikonis Belle Vivier untuk koleksi Mondrian Yves Saint Laurent tahun 1965 yang kemudian dikenakan oleh Catherine Deneuve di film Belle de Jour.
Bersamaan dengan pembukaan Maison Vivier, turut diperkenalkan koleksi Belle Vivier 60 untuk musim Spring/Summer 2026. Di tahun 2025, Belle Vivier telah berusia 60 tahun sejak perilisan perdananya. Direktur kreatif Gherardo Felloni menampilkan esensi craftsmanship penuh kilau dari pumps shoes, clutch dan vest dalam palet gold, metalik, bahkan perpaduan pink dan hijau yang menyerupai hamparan bunga di taman.