Something bright is shining from the Mediterranean.
Cuaca di Bali hari itu sungguh cerah. Langit biru bertahtakan awan putih yang bergelundung. Sinar matahari secara lembut menyentuh kulit, namun tetap bisa dirasakan angin yang bertiup.
Saya sudah mempersiapkan diri dengan terusan warna hijau neon buatan Peggy Hartanto, lengkap dengan scarf Bulgari yang saya lingkarkan di pinggang, sebuah gift dari brand yang mengundang saya ke Pulau Dewata kali ini.
Tinggal 10 menit lagi waktu saya untuk masuk ke ruangan interview, di mana Jeffrey Hang, The Managing Director in South Asia Pacific untuk Bulgari, sudah berada. Terus terang, meskipun telah melakukan ini lebih dari separuh hidup saya, tetap saja ada rasa deg-degan.
Sepuluh menit ini saya gunakan untuk berdiri di bar, memesan kopi hitam, sambil mengeluarkan buku kecil dan menuliskan kembali pertanyaan-pertanyaan yang akan saya keluarkan kepada Jefferey nanti.
Tepat waktu, tim Bulgari Indonesia mendatangi saya di bar untuk membawa saya ke ruang interview di Mansion #3, Bulgari Resort Bali.

Saya langsung menyapa Jeffrey dan mencairkan suasana dengan menyampaikan salam dari mutual friend kita di Jakarta. Tak diduga, ice-breaking ini berlanjut dengan selfie dan malah sempat bercerita sedikit soal di luar bahan interview. Such a good vibe to start a fruitful one-on-one interview.
Hessy Aurelia (HA): Saya akan langsung saja ke pertanyaan yang pertama. I was just wondering, sebagai seorang Managing Director Bulgari di South Asia Pacific, dari kacamata Anda, how is it different in terms of taste for each country?
Jeffrey Hang (JH): Saya rasa, dalam hal the appreciation for Bulgari, semua negara sepertinya memiliki kemiripan. Namun, dalam hal produk, if I were to generalize, terlihat bedanya. Saya belum dapat mengatakan bahwa saya paham betul soal klien di Indonesia, tapi jika Anda melihat klien kami di Singapura, Filipina, dan Thailand, saya bisa mengidentifikasi perbedaannya.
Bagi orang Thailand, mungkin Anda akan menyaksikannya sendiri nanti malam, mereka sangat menyukai koleksi Serpenti. Mereka suka dengan ular, karena di dalam budaya Thailand, there is a mythical creature called naga. The naga is half dragon. Dalam tradisi mereka, ular dipercaya sebagai hewan magis yang melindungi, sehingga mereka begitu terpikat dengan ular. So Serpenti sales are astronomical in Thailand. For Singapore, the clientele is much more discerning. Saya pikir hal ini dikarenakan di budaya Singapura, orang-orangnya lebih reserved. Namun, tentu saja bisa dilihat apresiasi mereka terhadap kreasi-kreasi Bulgari, khususnya gemstones, here we’re talking about high jewellery, not everyday jewellery. They need to know that it’s of a certain size, a certain quality, a certain provenance. Contohnya, emerald harus berasal dari Kolombia, ruby dari Myanmar, dan sebagainya.
Jadi, di sini bisa terlihat perbedaan-perbedaan antar negara, tapi benang merahnya adalah kecintaan mereka terhadap Bulgari. Saya pikir hal itu berkaitan dengan sejarah brand ini yang kaya dengan kreasi yang bahkan berasal dari arsip-arsip. If you look at what we have today, it all blends very seamlessly together. Jika Anda melihat brand-brand lain, mungkin Anda akan kesulitan melihat jati dirinya.
“The essence of luxury is about attitude and relationship.”
HA: Apakah maksud Anda adalah soul atau jiwa dari sebuah brand?
JH: DNA dari brand. Untuk Bulgari, hal itu terlihat jelas. Kreasi-kreasi Bulgari sangat distinctive dan ini yang membuat para klien tertarik. Kami tahu identitas kami. That’s what sets Bulgari apart. So we’re fortunate in that.
HA: Dari sudut pandang Anda sebagai seseorang yang punya pengalaman ekstensif di dunia fashion dan jewellery, apakah orang-orang punya pendekatan yang sama dalam mengenakan high jewellery pieces sebagaimana high fashion items. I mean, nowadays, you know, couture itself is no longer “va-va-voom”, right? I want to know how it is in high jewellery.
JH: Luxury di masa kini tentu saja masih tentang craftsmanship dan hal-hal penting lainnya, tapi esensi luxury adalah tentang attitude dan relationship. Apa yang saya pelajari dari pengalaman adalah, luxury yang sesungguhnya ialah perihal menciptakan connection dengan individu-individu. Pertanyaan “How many Serpenti necklaces can you own?” sama dengan “How many handbags can you own?” Ini tentang bagaimana klien merasakan koneksi tersebut. Itulah sebabnya kami membawa mereka ke acara seperti ini di mana kami menyuguhkan pengalaman immersive Bulgari, baik secara fisik maupun emosional.
Bulan lalu kami di Venice meluncurkan koleksi ini dengan kehadiran klien-klien istimewa. Salah satu klien kami dari Thailand datang ke showroom dan mengatakan, “All right, Jeffrey, you’re going to help me.” Lalu saya bertanya kepadanya, “What are you looking for this time?” dan ia menjawab, “I need to wear something that I can feel comfortable with when I climb my mango tree.” Saya pun terkejut dan berkata, “What?”

Jadi, keluarga ini punya pabrik di luar Bangkok. Di sana tumbuh sebuah pohon mangga. Sejak kecil ia memanjatnya ketika pohon itu berbuah. Ia menunjukkan ke saya momen dirinya memanjat pohon dengan mengenakan perhiasan. Jadi maksud dari keinginannya adalah untuk bisa memanjat pohon itu sambil mengenakan Serpenti. That’s the beauty of luxury. Sangat individualized. Seperti di cerita tersebut, apa yang kami encourage terhadap klien-klien kami adalah bukan hanya membeli perhiasan tapi juga memakainya. Jangan membeli lalu menyimpannya. You have to wear and enjoy it.
HA: Apakah market di Indonesia memiliki peforma yang baik? Saya ingin tahu bagaimana kecenderungan pasar di sini.
JH: Ini adalah pertanyaan yang sedikit kompleks, khususnya terkait Indonesia. Secara jujur saya mengatakan bahwa untuk banyak luxury brands, transaksi dengan orang-orang Indonesia justru terjadi di luar Indonesia itu sendiri. Orang-orang dengan high net-worth membeli barang di luar negeri karena alasan-alasan tertentu. Karena pandemi, hal itu tak bisa dilakukan. Saya pikir ini memungkinkan generasi muda untuk melihat apa yang ada di dalam negeri dan itulah yang terjadi pada saat ini.
HA: Apakah Bulgari punya koleksi bespoke? For Indonesian client, how does it work?
JH: I wouldn’t say we do anything for any specific country. Untuk acara ini, ada 6 set perhiasan yang ditujukan untuk ditampilkan di Bali, kebanyakannya berbentuk ular. Kami tahu bahwa ini akan menarik perhatian para klien dan mereka akan menyukainya.

HA: Do you know which one is my favourite collection? It’s The Monete! Tidak bling-bling tapi saya sangat menyukainya. Ketika saya sedang melihat-lihat dan menemukan koleksi ini, hati saya langsung jatuh cinta.
JH: Yes, the coins, of course. Koleksi ini rasanya memang kerap terlupakan, namun bagi saya ini sangat menunjukkan identitas Bulgari, seutuhnya Roman Italian. Koleksi ini fenomenal, you’re wearing history. Koin-koin itu berasal dari sekitar 2.000 tahun lalu.
HA: Really?
JH: Really. Itu semua adalah koin-koin asli zaman dahulu. Semuanya punya sertifikat yang menunjukkan masa koin itu berasal. Bahkan beberapa di antaranya berusia lebih dari 2.000 tahun.
HA: Ok, that was just an intermezzo. I just wanted to share my favourite. Kembali ke pertanyaan. Saya baru saja menonton “Nothing Last Forever” di Netflix. Have you watched it? Ceritanya tentang berlian dan permata lainnya. Di sana mereka mengangkat sebuah pemahaman, bahwa sekarang sudah sangat sulit untuk melihat perbedaan antara berlian alami dan yang dibuat di dalam laboratorium. Saya ingin tahu bagaimana pandangan Anda tentang hal tersebut.
JH: Di sinilah unsur soul atau jiwa terlibat. Kini, kita juga dihadapkan dengan isu AI atau Artificial Intelligence. Teknologi itu tak bisa menggantikan emosi dan perasaan manusia. Hal serupa juga berlaku pada batu permata. Pada setiap kasus penjualan di mana saya terlibat, sebuah kreasi “menyentuh” pembelinya dengan caranya tersendiri. Sejujurnya, dengan keberadaan lab-grown diamonds tersebut, natural gemstones justru jadi semakin valuable dan lebih diapresiasi.
HA: Saya sangat setuju. Tapi apakah menurut Anda, hal tersebut akan mengubah dinamika bisnis secara keseluruhan?
JH: Ini adalah area baru. Jelas hal tersebut membuat berlian jadi lebih aksesibel karena yang alami kini makin sulit didapat. Tapi seperti yang sudah saya katakan, batu-batu permata alami jadi lebih berharga oleh karena kemunculan batu-batu sintetis. Jadi saya pikir, untuk saat ini ada ruang yang cukup untuk keduanya. Butuh waktu panjang jikalaupun bisnis kami mengarah ke inovasi baru tersebut.
“I need to wear something that I can feel comfortable with when I climb my mango tree.”
HA: Selanjutnya, bagaimana Anda melihat area men’s jewellery. Sekarang laki-laki juga sangatlah peduli dengan penampilan mereka.
JH: Bidang itu adalah segmen yang berkembang pada bisnis kami. Dengan kreasi-kreasi everyday jewels yang kami miliki, kami semakin mengakomodasi wilayah laki-laki. Untuk lini Bzero1 dan Bulgari Bulgari, Anda bisa melihat banyak perhiasan laki-laki, bukan cuma jam tangan. Untuk high jewellery masih menjadi wilayah perempuan, tetapi kian hari garis pembatasnyan pun kian kabur. What is masculine and what is feminine? Ada banyak laki-laki yang mengenakan perhiasan kami dan mereka bukan hanya para selebriti. Beberapa di antaranya Anda bisa lihat pada malam ini. Mereka mengenakan perhiasan kami dengan sangat percaya diri. Now, whether you think it looks good or not, it is very subjective, but they love wearing them and I salute them because this is what makes them happy.
HA: Pertanyaan terakhir dari saya adalah: apa kreasi termahal Bulgari yang tersedia dan bisa dibeli di acara ini?
JA: It’s here. Apa Anda sudah melihatnya?
HA: Yang hijau?
JA: Ada emeralds di kreasi itu, tapi batu utamanya adalah spinel merah. Perhiasan itu tak begitu disorot karena bukan kreasi baru. Kreasi itu pertama kali diperkenalkan pada koleksi Magnifica pada tahun 2021. Spinel di kreasi itu adalah the second largest cut spinel di dunia. Bisa dikatakan bahwa spinel adalah sister dari batu ruby. Warnanya sangat intens. Ada spinel yang pinkish, tapi di kreasi ini warnanya merah. Spinel terbesar di dunia ada di The Imperial State Crown, mahkota penobatan Raja Charles. Kedua terbesarnya, ada di sini.

HA: Berapa harganya?
JH: Jika Anda punya 16 juta euro, Anda bisa membawanya pulang hari ini. Sepertinya kreasi itu akan dikenakan model pada malam ini karena merupakan piece yang spektakuler.
HA: Kreasi tersebut menunjukan kredibilitas Bulgari. I mean this is very unique. It hasn’t been sold yet, but I’m sure that one day it will find the person whom meant to have it. Saya percaya bahwa setiap batu punya energi, bukan?
JH: Exactly. Exactly.
HA: Terima kasih banyak untuk waktunya hari ini, Jeffery!
JH: My pleasure, Hessy!