A reference to the art of washi paper.
The new year calls for a new timepiece. Pada awal Januari, jam tangan Grand Seiko SBGJ283 tersedia secara eksklusif di butik-butik Grand Seiko di area Asia Pasifik. Terbatas hanya 150 pieces, jam tangan ini mengangkat seni kerajinan tradisional kertas washi dari Jepang.
Di Prefektur Iwate di mana Grand Seiko Studio Shizukuishi berdiri, seni tradisional washi tetap lestari berkat para artisan dari generasi ke generasi. Selama 800 tahun, mereka memproduksi kertas washi dengan tangan. Kertas washi terbuat dari pohon kozo (murbei) dan telah digunakan sebagai kertas kaligrafi, untuk pembuatan lentera hingga layar shoji (pintu pemisah di rumah-rumah Jepang).
Mengekspresikan tekstur washi yang unik, dial dari jam tangan SBGJ283 memiliki motif halus yang menunjukkan permainan cahaya dan bayangan. That harmonious interplay is a signature of a Grand Seiko creation. Sementara itu, jarum jam GMT berwarna merahnya merepresentasikan warna merah dari buah di pohon kozo. Setiap SBGJ283 juga hadir dengan complimentary brown leather strap dengan pink stitching yang terinspirasi dari bunga kozo.
Case dan gelang dari jam tangan ini terbuat dari Ever-Brilliant Steel, sebuah campuran stainless-steel anti-korosi. Model 44GS yang merupakan basis dari “Grand Seiko Style” menjadi fondasi desain dari SBGJ283. Movement jam ini adalah caliber 9S86, sebuah Hi-beat 36000 movement dengan presisi +5 hingga -3 detik per hari dan adaptasi ke fungsi GMT. The caliber also allows the watch to tell time in two places simultaneously, as its 24-hour hand can be easily adjusted in one-hour increments.