4 names that steal the spotlight.
Mengusung tema “Fashion Out while Staying in”, IPMI Trend Show 2021 yang dihelat dalam kolaborasi bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif dan didukung salah satunya oleh Bakti Budaya Djarum Foundation mungkin menjadi edisi dengan jumlah looks paling sedikit yang disuguhkan tiap perancang, namun juga sekaligus yang paling kuat energinya dan tentunya merupakan salah satu yang paling memorable.
Fakta bahwa acara yang digelar pada 21-22 November dan diikuti oleh 21 desainer anggota ini tetap berjalan – kini dalam format virtual – di tengah situasi suram penuh tantangan akibat pandemi Covid-19 menunjukkan bagaimana para desainer tidak menyerah dan menjadi simbol juang dan semangat juang dimana kreativitas menjadi kunci strategisnya. Lebih spesifik, Sjamsidar Isa bahkan menekankan pentingnya kreativitas dalam ketahanan ekonomi semasa sulit. “Kreativitas adalah kunci kekuatan untuk terus menggulirkan roda perekonomian,” ucap Ketua dan Dewan Pembina IPMI tersebut.
Ketika dalam gambar besar skala nasional, angka-angka ekonomi terlihat begitu muram – banyak pengamat memprediksi pertumbuhan kuartal IV masih akan negatif sehinga Indonesia belum akan terbebas dari status resesi yang resmi disandang sejak awal November – cerita-cerita finansial di ranah bisnis individual lebih beragam dan ada yang justru bisa mendongrak nafas harapan bagi pendengarnya. Salah satunya datang dari desainer Ivan Gunawan. Ivan, sosok yang juga merupakan nama besar industri hiburan tanah air, memang mengaku bahwa penjualan lini utamanya mengalami persentase penurunan drastis. Akan tetapi, kinerja lininya yang lain memampukannya melawati pergulatan sampai sejauh ini.

“Di tahun ini saya tidak ada pengurangan pegawai, saya tidak ada pengurangan gaji, semua saya bayarkan seperti biasa,” tuturnya diiringi nada syukur. Salah satu penopang bisnisnya adalah ritel online busana muslim yang kini menjadi fokusnya. Mencari solusi bagi masalah yang tengah dihadapi tampaknya merupakan respon alamiah Ivan. Hal itu termanifestasi jelas pada koleksinya di IPMI Trend Show kali ini. Kerlip sequins menambah sisi glam pada 3 rancangan Ivan dalam palet biru muda yang mengingatkan pada sosok snow queen. Nyatanya keindahan musim dingin Eropa yang sangat ia sukai memang merupakan inspirasi di balik koleksi ini.
Snow queen versi Ivan tampaknya tak seperti Elsa di “Frozen” yang mungkin secara ajaib juga bisa membekukan virus corona, tapi ia tahu persis bagaimana cara mencari solusi dan memproteksi diri. All of the blue icy outfits cover her entire skin. Jari-jarinya pun tak luput dari balutan (skema sarung tangan yang menyatu dengan busana ini diakui Ivan sebagai bagian yang challenging). On top of that all, she wears helmet! Proposal mode Ivan dalam konsiderasi kesehatan naik satu level lebih ketat lewat ide helm tersebut – sesuatu yang sangat relevan jika ide itu bisa diadaptasi lebih lanjut oleh otoritas terkait untuk menjadi semacam helm berstandar kesehatan.
“Dipersenjatai” embellished helmet karya Rinaldy A. Yunardi, snow queen Ivan tampil dalam busana-busana yang clean namun grand. Kilap shantung hadir dalam rupa evening gown dengan balloon silhouette serta long cape yang bold dengan Victorian sleeves. Dalam potongan-potongan busana yang membalut tubuh secara utuh lengkap dengan helmnya, snow queen Ivan hidup beradaptasi dengan situasi. Poin adaptasi ini juga digarisbawahi oleh Mel Ahyar. “Sesulit apapun keadaan saat ini dan mungkin di depan, percayalah bahwa kita kuat dan kita akan dapat beradaptasi,” ungkap perancang mode lulusan ESMOD Paris ini.

Untuk koleksi di IPMI Trend Show ini, ide beradaptasi dan berbaur dengan kondisi yang berubah ditempatkan Mel dalam kerangka relasi terhadap ruang. Dalam kacamatanya, relasi manusia dan ruang menjadi lebih “akrab” setelah semakin seringnya waktu dihabiskan di rumah. Konsepsi ini diwujudkan secara artisik melalui elemen visual art (yang sudah menjadi signature feature koleksi-koleksinya) lewat kolaborasi dengan wallpaper brand Sekata Living. Motif dari Sekata Living penuh tertuang pada pieces dengan oversized volume yang dihadirkan membentuk anatomi tubuh. Memanfaatkan bahan rose silk, lycra, dan organza, 3 looks kreasi Mel bertabur detail applique dan bordir yang menambah semarak lively spirit dari koleksi ini.
Dipermanis dengan tas serta sepatu dalam tema sama, formula colourful berisi bentuk-bentuk flora fauna nan indah pada rancangan-rancangan Mel tersebut memercikkan spirit positif dalam memandang hidup. Efeknya semakin terasa di tengah kontras atmosfer sendu saat ini. Beauty is human needs. Untuk ekspos kecantikan dalam ronanya yang ultra feminin, Hian Tjen di IPMI Trend Show ini menghadirkan koleksi bertema timeless beauty. Jika koleksi Ivan layaknya snow queen, maka perempuan Hian di sini bagai classic princess yang kecantikan busananya mengaksentuasi inner beauty dirinya.
Putri tersebut bermain dalam rancangan-rancangan dress bersiluet flowy bermaterial Italian bobin lace nan delicate. Palet broken white padu selaras dengan elemen hand embroidery, renda, juga pearl embellishments yang dijahit satu per satu dengan tangan. Rancangan berunsur craftsmanship ini semakin menawan dengan sapuan sage green dan dusty pink yang didapat dari teknik celup manual. Memang terasa relieving melihat para desainer atau siapapun juga tetap memiliki antusiasme dalam berkarya dan melewati masa seperti ini. Akan tetapi lebih penting lagi ialah bahwa situasi spesial ini mendorong semua orang untuk melihat kembali hidup melalui kacamata evaluatif.

“Di masa yang penuh ketidakpastian dan penuh perubahan ini kita jadi lebih banyak bersyukur dan menghargai kehidupan,” ucap Hian yang juga menyatakan bahwa kondisi sekarang menantang semua orang untuk selalu berinovasi. Di sisi lain, Mel menyorot kebutuhan untuk saling menjaga satu sama lain yang semakin jelas terasa di masa ini. Ia mengatakan, “Karena hal paling penting dalam berkarya adalah tidak boleh berhenti, cukup menenangkan saat tahu bahwa kita tidak sendiri di dalam semua ini. Semoga kita bisa terus saling tolong-menolong dan peduli satu sama lain bahkan saat keadaan sudah membaik.”
Sementara itu, desainer adi busana senior Sebastian Gunawan mengajak untuk melibatkan kuasa yang lebih besar dalam menjalani hidup. “Dalam kita berkreasi kita juga harus menyertakan Tuhan dalam kehidupan kita,” ucap perancang yang akrab disapa Seba itu. Lebih lanjut, ia pun berpendapat bahwa penting untuk terus bergerak agar tak hanyut dalam kesuraman. Berlatar refleksinya, Seba memutuskan untuk membawa koleksi berjiwa happy di IPMI Trend Show tahun ini. Apparently his collection more than just brings happiness. Your heart will be dancing in joy when you see it. Seba’s dresses sparks the festivity of holiday season.
Ia melakukan trim down dari koleksi-koleksi elaboratif yang biasa tampil di panggungnya; and that’s what the contemporary chic needs for a celebration. Retro vibe dari disco culture era 70’an dan 80’an melebur dengan keanggunan balerina yang inspirasinya diambil dari lukisan impressionis karya seniman Prancis abad 19, Edgar Degas. Komposisi warna yang cenderung monokromatik dan siluet-siluet minimalis menyumbang nafas kontemporer yang mengimbangi elemen vintage-nya. Pencil skirt, loose top, jumpsuit, puff sleeves, wide shoulders tampil fun dalam palet cream gold, light blue, silver dengan penggunaan feather serta fringes. Craftsmanship mewujud pada proses hand-sewing terhadap beaded fabric yang digunakan.

Tak dapat dipungkiri bahwa rujukan era disko yang terlihat pada desain-desain Seba bisa menyulut melankolia tersendiri mengenai bagaimana sebuah party atau event lain begitu semarak di masa sebelum pandemi. Akan tetapi, di pihak lain, karya-karya tersebut bisa pula dipandang sebagai pemantik api harapan menuju masa depan yang lebih membahagiakan. Apa yang bisa kita pelajari dari tahun ini untuk menyongsong tahun berikutnya? Ini menjadi pertanyaan relevan yang perlu dipikirkan masing-masing individu. Jawaban Ivan Gunawan bisa menjadi referensi yang baik untuk disimak. “Saya menyikapi pandemi ini menjadi sebuah semangat dan motivasi buat saya untuk menghadapi 2021. Ini merupakan suatu cobaan yang menguatkan buat saya,” ungkapnya.