Interpretasi Maskulinitas di Tangan Andandika, Amot, dan Auguste

Manifested into adventurous, preppy, and royal style.

 

Seperti apa yang dimaksud dengan gaya maskulin? Hal ini bergantung pada bagaimana kata tersebut diinterpretasi. Di Plaza Indonesia Men’s Fashion Week 2024, ragam interpretasi akan maskulinitas tampil eksploratif dalam koleksi tiga label besutan desainer Indonesia: Studio Moral, Amotsyamsurimuda, Kraton.

Andandika Surasetja dari Studio Moral mewujudkan simpul fase pemikiran seorang adventurer. Ragam kreasi workwear mendapat sentuhan utilitarian yang terinspirasi oleh kegiatan Jambore. Palet khaki didesain menjadi blazer, maupun rok-celana. Item tersebut mewakili spirit genderless yang ditegaskan oleh imbuhan material leather nan subtle. Palet olive green tampil dalam rupa light trench, sementara hitam diwujudkan lewat pair set bersama kreasi short dan kemeja putih.

Attitude eksploratif menjadi highlight koleksi Amotsyamsurimuda. Sang desainer berangkat dari gaya preppy lewat padu padan dasi yang didesain pendek. Gaya tersebut dikembangkan menjadi ragam karakter gaya seperti paduan overshirt stripe blazer, elongated tail shirt, short dan red cap yang youthful. Kesan relaxed dari material denim secara kohesif tampil vibran berkat paduan printed shirt bermotif figur sang desainer.

Sementara itu, Auguste Soesastro lewat label Kraton memilih untuk memberikan penghormatan terhadap pakaian nasional. Ia terinspirasi oleh perkembangan busana tersebut sedari zaman kemerdekaan hingga kini. Work jacket abu-abu muda bermodelkan rounded shoulder dengan aksen double pocket tampil minimalis bersama celana pleats yang tailored. Kreasi batik didesain menjadi outer bersiluet longgar dan atasan kemeja berpotongan panjang. Tetap pada signature style-nya, representasi keningratan hadir lewat kreasi jaket sulam emas yang menjadi closing look diperagakan oleh aktor Reza Rahadian.