Inspirasi Seni Antik dan Malam Surrealistik di Chanel Métiers d’art

From Paris to Hangzhou. 

 

Lokasinya adalah West Lake di Kota Hangzhou, Cina. Di sebuah malam hari yang menawan, koleksi Chanel Métiers d’art 2025 dipresentasikan di tempat yang merupakan persimpangan sejarah dan teknologi. The city shares a unique connection with the French fashion house’s storied origins. Salah satu referensi dari koleksi ini adalah layar Coromandel antik, sebuah kerajinan seni Cina, yang Coco Chanel pajang di apartemen legendarisnya di 31, rue Cambon, Paris. Layar tersebut menampilkan pemandangan West Lake di Hangzhou. 

Ada tiga tema utama di koleksi ini: pesona, mimpi, dan petualangan. As this is a Métiers d’art presentation, craftsmanship blooms with the expertise of the artisans at le19M. Mengundang Anda ke sebuah inner journey yang misterius, detail-detail dari koleksi ini dikreasikan dengan indah dan cermat. Aksen frogging ala seragam tentara dari Paloma menghias duffle coats dan jaket-jaket. Kantung, lengan pagoda, kerah mandarin, dan ikatan pendar karya Atelier Montex bersinar dengan lembut. Lesage mengkreasikan bunga kamelia dan motif teratai di sebuah gaun panjang, sementara Lemarié dan Lognon menyusun seni lipatan indah yang memancarkan sisi romantis dan sensual dari koleksi ini. 

Konsep travel dalam koleksi Métiers d’art kali ini diterjemahkan dalam jubah yang dapat dikenakan dari siang ke malam yang dikreasikan dari tweed, satin, velvet, atau embroidery bunga-bunga kecil. Ada berbagai macam luaran yang dapat Anda pilih, mulai dari jaket straight-cut, jaket dengan kancing di samping, atau jaket tuxedo dengan white satin lining. Mereka dipasangkan dengan berbagai macam bawah, mulai dari rok pleated dan bervolume, wrap skirts, culottes, hingga cropped trousers. Melengkapi tampilan travel Métiers d’art 2025 adalah travel bags dan vanity cases yang lekat dengan perlengkapan perjalanan.

This collection also offers creations that glisten under the moonlight. Motif layar Coromandel tampil di sebuah jumpsuit yang dipasangkan dengan jas, sementara palet hijau giok, pink, dan biru langit terinspirasi dari seni kerajinan yang sama. Kemudian, sebuah gaun dari renda emas membangkitkan pesona dari sosok Gabrielle Chanel dan sisi luxurious dari savoir-faire.