The story of flowers.
Salah satu hal unik pada periode medieval di Inggris adalah catatan visual yang mendokumentasikan keanekaragaman bunga. Florilegium berisi ilustrasi indah dari kumpulan bunga-bunga yang tumbuh dan berkembang. Hingga pada abad ke-17, florilegium kemudian berisi gambar bunga-bunga langka maupun yang terancam punah.
Spirit dari keindahan florilegium hidup di koleksi Biyan untuk musim Spring/Summer 2025. Nuansa delicate dari permainan material transparan, silky nan ringan berpadu dengan visual treatment beragam, yang tentunya bermotifkan bunga. Ketika show dibuka, kreasi ribbon cape transparan dengan aksen bordir yang dipadu bersama printed long-sleeved jumpsuit berpalet pastel tampil begitu graceful.
Kreasi pita yang hadir di koleksi ini merujuk pada inspirasi british regency era. Ragam kreasi maxi dress didesain dramatis. Contohnya tulle cape transparan yang mendapat sentuhan beads, eyelet, renda hingga payet ragam ukuran bermotifkan bunga. Kreasi maxi slip dress hadir dengan hiasan floral applique, beads multiwarna dan long gloves bordir.
Tak hanya tulle, material jacquard juga mendapat tempat dalam cape top warna pink pastel yang dikreasikan dengan floral tiga dimensi dan dipadu bersama rok bordir transparan. Gaya relaxed tak luput dari koleksi ini lewat kreasi balloon sleeve jacket aksen beads dan bordir, light coat transparan dengan floral prints, maupun silk shorts nan sporty.
Keindahan bunga juga berpadu indah pada koleksi menswear. Kreasi pajama set dengan motif floral repetisi menghadirkan pesona relaxed. Kemudian kemeja dekoratif dengan aksen laser cut dan bordir oversized menjadi highlight. Luaran motif stripes tampil dalam nuansa gardeny dari perpaduan light blue dan bordir rose. Begitupun jacquard blazer dengan sisi depan-belakang yang kontras. It’s delicate but strong at the same time.