Heart of Salvatora, Interpretasi Stella Rissa akan Vulnerability

As fiction meets history and nature.

 

Pada tahun 1809, gubernur jenderal VOC, HW Daendels berinisiasi membangun sebuah kediaman baru. Dikenal dengan nama Paleis van Daendels yang berarti Istana Daendels, ia berdiri megah di area Weltevreden (kini area Sawah Besar, Jakarta) berhiaskan pilar putih, chandelier besar bergaya imperial dan fasilitas istal kuda pribadi.

Di abad ke-21, kharisma bangunan historis ini memikat Stella Rissa. Gedung ini dipilih sebagai venue presentasi koleksi Stella Rissa Studio 2026, bertajuk The Heart of Salvatora. Terinspirasi dari sosok kuda fiksi yang feminin dan protektif, koleksi ini dipresentasikan di ruang istal basement – di mana sejarah dan visi sang desainer berpadu.

Memasuki area venue, perpaduan pencahayaan yang memancarkan emosi dan kehangatan berpadu dengan scent yang diciptakan khusus ketika show berlangsung. Stella memadukan aroma rose dan oud yang menciptakan nuansa feminin-maskulin, yang turut menjadi hint dari alur nuansa koleksinya.

Presentasi koleksi dibuka dengan gaun sutra transparan hitam yang alluring dengan turtleneck cape menjuntai. Palet tersebut diikuti oleh kreasi tailoring dalam rupa high-waisted trouser dengan dekorasi collar bertabur payet, maupun mini skirt dan dress beraksen applique. Stella turut menghadirkan aksen texture berupa material tweed eksperimental yang menyerupai fringe lewat siluet halterneck dan strapless dress.

Intricacy mengambil bentuk laser-cut fabric yang hadir pada halter neck velvet dress berpalet gold. Motifnya menyerupai the heart of bleeding flower, tanaman asal Asia Tenggara yang dianggap Stella mewakili esensi vulnerability dengan commanding presence. Ia turut hadir dalam rupa rok bermaterial latex dan embroidery pada kreasi mini dress.

Motif kuda yang menjadi inspirasi heroine di koleksi ini menghiasi tube dress dalam rupa bordir kembar selayaknya prajurit di atas papan catur. Ada pula representasi maskulin lewat kreasi padu padan vest berlapel payet dan celana, oversized shirt dengan dasi latex dan payet pipih, hingga furry coat dengan embellishments.

Romantisme menutup presentasi koleksi lewat aksen ruffle pada kreasi airy maxi dress bermaterial sifon maupun satin. Diwakili oleh warna putih yang pure, siluet tube dress hadir dengan gaya ball-skirt dengan tiga pilihan gaya, yakni flowy, draping yang elegan hingga aksen mesh nan dinamis sebagai penutup show memikat.