Rising up from sorrow.
Rasa gundah bisa diubah menjadi sebuah kekuatan. Pemaknaan tersebut dibawa oleh Harry Halim ke dalam koleksi Spring/Summer 2024 dengan tajuk “White Lies”. Ekspresi tersebut ia balut dengan romantis, yakni sebagai representasi akan kerumitan rasa yang tak mampu terucap dengan kata. Hasilnya adalah urutan pieces yang menggaungkan identitas personal dengan youthful spirit. Sang desainer menyebutnya sebagai tribute atas semangat kaum muda.
Palet hitam yang merupakan signature colour Harry Halim membuka show. Cropped biker patent leather jacket mendapat sentuhan ruffle di bagian lengan dan dipadu bersama celana aksen zipper berbelahan setinggi paha. Pada look ini, ia kembali mengusung konsep genderless. Look ini merupakan tepisan sang desainer bahwa hitam merupakan warna yang tak relevan untuk musim semi.
Palet vibran seperti sarsaparila, turquoise, purple hingga red dituang pada material seduktif seperti lace hingga yang bernuansa mewah seperti satin dalam siluet extravaganza. Cropped bomber jacket mendapat sentuhan lipit di bagian lengan bersama draped long pants. Ada pula plunging neckline tuxedo dress bersama coat berlengan ruffle yang menciptakan volume terinspirasi oleh detail arsitektur lembut.
Transisi koleksi menuju palet putih tampil konstruktif dan intricate. Kreasi coat menjuntai dengan belahan asimetris dipadu bersama celana aksen zipper yang berbelah hingga ke bagian paha. Ada pula kreasi outer serupa yang dipadu bersama sheer jumpsuit berdetail applique dan lipit nan sensual. Show ini ditutup dengan aktris Sophia Latjuba mengenakan blazer dress aksen payet, ruffle serta tail beraksen serupa yang dipadu dengan over the knee boots aksen lace-up yang juga sensual. Definitely the optimism of Harry Halim’s version.