Gucci Fake Not, Orisinalitas Berbasis Konsep Imitasi

An original act of re-interpreting the fake.

 

Alessandro Michele seems not slowing down to stimulate a mind-challenging conversation around the theme of fashion ideas and aesthetics. Now he does it in a more humorous way: the Gucci Fake Not collection. Pertalian unik antara produk orisinal dan counterfeit di dunia fashion menjadi garapan Michele kali ini. Di satu sisi menunjukkan level popularitas sebuah fashion brand, produk-produk palsu dipermasalahkan oleh karena implikasi ekonominya. Michele sang Creative Director Gucci justru mengambil langkah menarik dengan menginkorporasi atau meniru elemen counterfeit ke dalam rangkaian kreasi-kreasinya.

Pada tahun 1980-an, motif bicolor stripe beserta logo palsu Gucci muncul di pasaran – as you might be already familiar with the brand, Gucci’s original stripe has green-red-green scheme. Umum diketahui bahwa tak semua barang counterfeit memiliki tingkat kemiripan tinggi terhadap produk orisinalnya. Banyak juga di antaranya yang hanya sekadar menampilkan nama atau logo brand berdesain sembarang ataupun elemen tiruan keliru seperti pada kasus garis dwi-warna merah-hijau yang menjadi inspirasi koleksi Gucci Fake Not ini.

Koleksi Michelle ini bagai humor satirikal perihal wacana pelik orisinalitas, imitasi, dan kreativitas. Can we say the creations in this collection are original products of the counterfeit of the counterfeit? Lol. Dekade 80-an yang menjadi inspirasi koleksi ini juga merupakan awal mula ketenaran logomania, terutama di wilayah streetwear. Mengacu kepada era tersebut, Alessandro Michele ingin menyampaikan pesan bahwa fashion itu tidak hanya berkiblat pada dunia high-end semata, tetapi juga bahwa menggabungkan berbagai dunia untuk sebuah kreasi yang valuable

For this collection, the Fake Not treatment is given to the fashion house’s lineup of menswear, luggage, accessories, and genderless footwear. T-shirt katun dalam warna putih atau hitam hadir dengan bicolor stripe di bagian tengahnya, serta bertuliskan ‘FAKE’ di bagian depan dan ‘NOT’ di bagian belakang. Demikian pula dengan felted sweatshirt putih dan hitam. Dua kata tersebut beserta bicolor stripe juga hadir pada hooded blouson dan blouson kerah tinggi bermotif GG.

Konsep two-sided dari kata ‘FAKE’ dan ‘NOT’ tersebut juga diaplikasikan pada koleksi luggage, East/West top-handle tote, backpack, belt bag, duffle bag ukuran medium dan small, hard suitcase, dan hard beauty case dalam motif GG supreme. Desain serupa pun menghias small leather goods, mulai dari wallet, pouch, serta cosmetics case. Tak luput dalam koleksi Fake Not ini adalah water repellent oversized cape, baseball cap, serta mid-calf-length socks. Sneakers Ace serta slides Pursuit juga ikut hadir di koleksi Fake Not dengan kata ‘FAKE’ dan ‘NOT’ hadir secara terpisah.