Ghea Panggabean dan Zen Tableware Angkat Keindahan Jumputan Palembang

Antique textiles in the form of porcelain.

 

Ghea Panggabean dan Zen Tableware kembali berkolaborasi untuk rangkaian kreasi peranti makanan. Dalam kerjasama kreatif mereka yang kelima ini, sang perancang mengangkat kembali motif kain Jumputan khas Palembang yang menjadi ciri khasnya.

Di dalam koleksi ini terdapat breakfast set, lunch set, high tea, serta dinner set dalam varian warna Orange, Maroon, Avocado Green, dan Celadon Green yang cocok untuk menjamu tamu-tamu di musim liburan ini.

Sejak kolaborasi pertama mereka di tahun 2010, Ghea Panggabean dan Zen Tableware telah mengangkat keindahan tekstil tradisional Indonesia untuk rangkaian peralatan makanan porselen. Melalui koleksi Pelangi Palembang, Songket, Romantic Peranakan, Wayang Beber, dan Batik Hokokai, dunia mode Ghea telah menemukan entitas baru.

Untuk setiap koleksi tersebut, Ghea mengungkapkan bahwa ia membutuhkan waktu 6 bulan hingga 1 tahun pengerjaan desain. Selain kain antik, Ghea juga mengoleksi porselen mengikuti hobi ibu dan neneknya.

Teknik Jumputan pertama tercatat di India dan telah menemukan dirinya di Indonesia melalui jalur perdagangan. Seiring waktu, tekstil Jumputan berkembang pesat di Palembang pada tahun 1980an. Pada dekade yang sama, Ghea Panggabean mendapat sebutan sebagai “Ratu Jumputan” berkat penggunaan tekstil tersebut sebagai signature motif-nya.