Garis Poetih Tampilkan Variasi Modestwear untuk Sambut Hari Raya

Radiating the spirit of holy celebration.

 

Garis Poetih sebagai fashion platform telah digelar untuk kedua kalinya. Medium ini diinisiasi oleh desainer Ivan Gunawan untuk menghubungkan pelaku fashion dengan para buyers maupun pecinta mode. Menggandeng cukup banyak desainer dan label, rangkaian koleksi dihadirkan untuk menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Salah satu partisipan pada perhelatan yang dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya ini adalah Indonesian Fashion Designer Council (IFDC). Tiap desainer di organisasi ini menerjemahkan palet maroon ke dalam kreasi-kreasi menawan. Ghea Panggabean memilih kain kain songket Minangkabau yang dikreasikan menjadi outer menyerupai baju kurung. Adapula Mel Ahyar yang bermain dengan aksen embellishments pada baju kurung dan veil layaknya pengantin. Wilsen Willim mengolah inspirasi jawa klasik dengan atasan beskap berlengan maupun sleeveless bersiluet clean

Sequence show lain adalah Ikat Indonesia oleh Didiet Maulana yang berkolaborasi dengan Cotton USA sebagai material dari kreasinya. Siluet yang airy nan dinamis mewarnai koleksinya dengan suguhan items seperti shirt dress, vest, outer, dan wide leg trouser, juga kemeja, jaket dan celana untuk laki-laki. Ia mengadopsi clashing motifs namun tetap bernuansa calm berkat pilihan warna dusty dan earthy tone

Sebagai penutup show, Ivan Gunawan mempresentasikan koleksi label Prive yang mengambil inspirasi dari era middle ages. Ragam kreasinya bersiluet longgar. Hadir kreasi pink velvet set yang terdiri dari atasan dan celana palazzo. Ada pula aksen massive ruffles pada atasan dan bawahan serba putih yang mengesankan purity. Palet emerald dituangkan ke dalam kreasi outer, maxi dress dan dipadu dengan floral print yang romantis.