A tale of a man with flower power.
Ketika pinwheel sebagai signature karya-karya Wilsen Willim menyimbolkan joyful traces of childhood yang dibawa seturut usia bertumbuh, maka sosok-sosok yang berlenggok di Plaza Indonesia Men’s Fashion Week beberapa waktu lalu di show-nya adalah laki-laki dewasa yang merayakan sisi kanak-kanak tersebut bersama dengan bagian feminin dalam dirinya. They are more than just gentlemen as the fashion week’s theme suggest. Wilsen’s guys here have a gentle heart with poetic disposition.
Busana-busana yang ditampilkan bagai keluar dari sebuah buku dongeng modern, di mana protagonisnya adalah sosok laki-laki yang tampil dreamy dengan balutan sheer outer motif bunga. Imagine a princely charming man who would give a crafty flower headpiece he made himself as a present for his beloved lover, be it a woman, or a man, or anyone in between. Rancangan-rancangan terawang bermaterial tulle itu diolah Wilsen sebagai pelapis berwujud long coat, shirt, maupun asymmetric top. Efek puitis serupa hadir lewat pengaplikasian beading di sebuah quilted bomber jaket warna hitam.

Di balik energi affectionate nan lembut dari luaran-luaran transparan tersebut ialah sisi tangguh bernapaskan elegansi kontemporer. Busana atasnya cenderung bersiluet primer, sementara pada bagian bawah permainan hybrid rok dan celana memberi sinyal akan attitude mode yang lebih quirky dan eksploratif. Koridor tailoring yang menjadi kekuatan sang desainer diisi oleh warna putih, hitam, biru gelap, juga krem. Batik yang mulai ia garap sejak beberapa waktu ke belakang turut disertakan secara loud dan unapologetic. The expressive hand-drawn batik comes from Cirebon.
Apakah see-through outerwear dengan manisnya motif bunga atau skirt-pants akan menjadi hal lumrah dalam kamus mode laki-laki pada umumnya? Tampaknya ini masih menjadi utopia. Gap antara runway dan real life dalam hal berpakaian bagi lazimnya kaum Adam masih sangat besar. Meskipun begitu, tentu diharapkan bahwa para menswear designers tak henti untuk menawarkan ragam ekspresi mode dengan permainan tanpa batas akan elemen feminin dan maskulin. Dalam konteks ini, panggung fashion adalah ruang bercakap-cakap tentang berbagai topik peradaban. Termasuk tentang tawaran konsep-konsep desain yang menyulut orang untuk berpikir mengenai definisi feminitas juga maskulinitas.