Fendi Couture Fall/Winter 2022, Olah Elemen Sartorial Kyoto

A modern treatment for Japanese heritage.

 

Kim Jones punya olah ide menarik untuk koleksi couture terbaru Fendi. Ia meramu inspirasi dari tiga kota kenamaan, yakni Kyoto,Paris, dan Roma. Berbalut nuansa modern yang sleek, Jones mempersembahkan kreasi minimalis namun intricate hasil teknik turun-temurun berusia ratusan tahun yang melegenda.

Awal mulanya adalah keterpikatan sang creative director akan tekstil asal kota Kyoto. Material kimono di era 1800-an hingga kata yuzen, yang merupakan teknik hand printing kuno, merupakan beberapa yang ia olah dengan spirit of femininity. Contoh hasilnya adalahi sleeveless maxi dress yang tampil atraktif dengan aksen patchwork motif botanical dan berpalet netral multiwarna dalam material silk yang mewah. Dalam versi elongated long sleeve maxi dress, aksen tersebut hadir dalam versi warna pastel hijau dan peach nuansa demure

Femininity yang direpresentasikan Kim Jones sebagai kekuatan turut hadir di opening look. Meski visually mannish berupa kreasi oversized double breasted suit palet terracotta, look tersebut dipadu kreasi intricate high-jewellery berupa kalung berlian dengan aksen yellow diamond yang didesain oleh Delfina Delettrez Fendi. Kreasi tube maxi dress dan sleeveless jacket top material leather aksen knotted belt berpadu dengan palazzo nan fluid berpalet nude juga menegaskan nuansa serupa.

Paduan atasan dan celana bermaterial full-sequins berpalet nude dan dibubuhi beads dalam rupa motif dedaunan merupakan intricacy dari koleksi ini. Untuk melengkapi overall look-nya, hadir kreasi clutch bernuansa glamor. Jones juga bermain dengan material see-through dalam kreasi maxi dress aksen panel yang fluid mengikuti siluet tubuh. Aksi cape dress transparan yang ethereal juga diberi aksen applique feathers maupun bordir motif japanese maple leaves yang dibuat secara hand painted. Boom with the bloom!