Feminitas Subversif a la Fendi Fall/Winter 2020

The idiosyncrasies of femininity.

 

“Sometimes it’s beneath the prettiest façades that the deepest truths lie.” Demikian pembukaan keterangan pers Fendi mengenai koleksi musim mendatang. Untuk Fall/Winter 2020, Silvia Venturini Fendi mengeksplorasi konsep ‘soft power’ yang subversif. Kelembutan yang bertemu kekuatan; dari sebuah boudoir ke sebuah boardroom. Quite a statement – and from here we know that this is a collection dedicated to all the powerful women out there. 

Permainan tekstur kashmir, bulu, leather, dan renda menjelma menjadi pillar dari Fendi wardrobe di musim ini. Konstruksi koleksi dibangun dari nipped waist, siluet Juliet sleeves dengan interpretasi baru, rounded shoulders yang menegaskan konsep femme fatale-nya, serta siluet voluptuous. Warna-warna understatedblush pink, pastel apricot, abu-abu, hitam, dan terracotta – bertemu dengan rona Fendi yellow yang tampil apik dalam bentuk mantel lembut serta gaun renda dengan aksen korset. 

Aura sensualitas lembut yang tersampaikan di koleksi ini tak berhenti di pakaian-pakaiannya saja. Elemen-elemen seperti motif leopard print, penggunaan kain satin, leather, dan sheer fabric, serta cutting yang provokatif namun halus mencerminkan referensi konsep intimate boudoir dari koleksi ini. Di luar itu, boots dari lambskin, sepatu pumps satin dengan elemen suspender, serta tas Peekaboo dengan aksen lacework dan beaded tassels juga turut memperkaya koleksi. Show Fendi kali ini juga mengikutsertakan koleksi tech jewellery yang dikreasikan dalam sebuah kolaborasi dengan Chaos, sebuah brand aksesori asal London.

Terstruktur tapi loose, sensual namun tak melupakan keeleganan, tegas tetapi tak lupa untuk lembut. Menurut koleksi ini, itulah bagian dari idiosinkrasi identitas feminin – and she’s not the one to underestimate, because she rules everything from the boudoir to the boardroom.